Dirjen Bea Cukai kenapa gak dicopot?

Dirjen Bea Cukai diduduki oleh seorang militer namanya Letjen Djaka Budi Utama, dia dulu adalah anggota Tim Mawar yang pernah menculik para aktivis mahasiswa dibawah perintah Prabowo pada 1998. Djaka hanya dihukum 1,5 Tahun tetapi tidak dipecat dari Dinasnya. Sabar menanti, akhirnya karirnya moncer ketika Prabowo diajak Jokowi masuk dalam kabinet 2019 setelah kalah kedua kali.

Djaka diangkat menjadi Insperktur Jenderal Kementrian Pertahanan ketika Prabowo jadi Menhan. Setelah Prabowo-Gibran menang Pilpres yang didukung Jokowi. Prabowo membentuk kabinet negosiasi dengan Jokowi. Jokowi menempatkan orang-orangnya. Prabowo juga. Salah satunya Djakat Utama ini, yang pernah kontroversi karena dia awalnya prajurit aktif. Padahal sesuai UU TNI yang menjabat jabatan sipil harus pensiun dini atau mengundurkan diri.

Setelah diangkat jadi Dirjen Bea Cukai yang mengawasi lalu lintas eksport dan import. Penyakit kambuhan militer yang diberi kekuasaan terjadi kembali, korup, kenapa? Karena militer itu komandoisme, dia biasa menabrak aturan sipil atas nama misal keadaan darurat atau dalam keadaan perang atau SOB. Kalau dia menerima 2,9 Milyar/bulan dari Juli 2025-Januari 2026 berarti sudah 7 bulan. Berati hampir 20,3 M hanya dalam waktu 7 bulan.

Sudah begitu atasannya Menteri Keuangan sebagai atasan langsung Dirjem Bea Cukai tidak berani langsung mencopot. Purbaya takut karena itu pilihan Presiden langsung, maka dibiarkan kasus ini mengambang. Dia masih tetap jadi Dirjen sampai hari ini. Padahal kalau pemerintah akan memonopoli eksport komoditas harus ketat di wilayah bea cukai. Terus dengan Dirjen Bea cukai yang mental gini kalian yakin? Tetap aja akan bocor…. Selama tentara dibiarkan ditempatkan di posisi posisi sipil, kasus Djaka Utana yang tidak punya kompetensi disitu, tunggu saja negara ini akan rusak karena ulah pejabatnya sendiri.

(Markijok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *