PESTA BABI DI MANA-MANA

Pria ini sering ke mana-mana hanya pakai kaos oblong. Tidak pernah masuk daftar Forbes dunia. Tidak suka sorotan kamera. Tidak pernah berpidato di forum nasional.

Tapi dia mungkin adalah orang paling berpengaruh di Indonesia yang tidak pernah kalian dengar namanya di berita utama.

NAMANYA HAJI ISAM

Nama aslinya Andi Samsuddin Arsyad. Lahir di Batu Licin, Kalimantan Selatan, 1 Januari 1977. Anak keenam dari 14 bersaudara. Keluarga pas-pasan. Tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya.

DULU:

Tukang ojek. Supir truk kayu. Penebang pohon. Buruh angkut di pelabuhan. Operator ekskavator. Buruh tambang.

SEKARANG:

Kekayaannya diperkirakan Rp101 triliun.

LIMA kementerian dalam kabinet Prabowo “disusupi” orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengannya.

Ini bukan cerita sukses biasa. Ini cerita tentang arti kekuasaan yang sebenarnya di Indonesia.

BAGAIMANA AWALNYA?

Tahun 2001 saat reformasi belum genap 3 tahun, Haji Isam bertemu Johan Maulana, pengusaha tambang batu bara lokal yang disegani di Kalimantan Selatan.

Dua tahun ia berguru di “padepokan” Johan Maulana.

Ia belajar cara mengelola tambang, mengatur logistik, dan berurusan dengan birokrasi perizinan daerah.

Tahun 2003 Johan memberikan pinjaman modal untuk menyewa alat berat pertambangan.

Lalu Haji Isam mendirikan CV Jhon Baratama dan mulai berkiprah sebagai subkontraktor untuk Arutmin Indonesia anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie.

Satu CV kecil yang bermetamorfosa dalam kurang dari dua dekade menjadi Jhonlin Group dengan sekitar 60 anak perusahaan. Gila? Tentu tidak, karena ada penjelasannya

INI BEBERAPA BIDANG USAHANYA:

  • Tambang batu bara.
  • Perkebunan sawit.
  • Logistik.
  • Kapal tongkang lebih dari 70 unit.
  • Pelabuhan ekspor sendiri.
  • Maskapai charter sendiri.
  • Pabrik biodiesel.
  • Pabrik gula.
  • Perkebunan tebu 20.000 hektar.

HAJI ISAM BERBEDA DARI KONGLOMERAT BIASA

  • Dia tidak menunggu izin dari Jakarta.
  • Dia menguasai lapangan dulu, lalu Jakarta yang datang kepadanya.
  • Pelabuhan ekspor batu bara dan CPO di Kalimantan Selatan dikuasai Jhonlin Group.
  • Siapapun yang mau ekspor dari sana harus lewat infrastruktur miliknya.
  • Siapapun yang mau bisnisnya bertahan di wilayah kekuasaannya harus mengikuti aturan mainnya.
  • Dan karena supply batu bara Indonesia sangat bergantung pada jaringan logistiknya, maka pemerintah pusat pun “menyembahnya”. Paham, sodare?
  • Kalau jalur logistik Jhonlin terganggu, maka pasokan energi nasional terganggu. Indonesia bisa gelap.

MENGAPA EKOSISTEM POLITIKNYA SULIT UNTUK DIGOYAHKAN:

  • Di tingkat lokal dia menyerap ribuan tenaga kerja. Membangun rumah sakit.
  • Memberangkatkan ribuan warga umrah dan haji setiap tahun.
  • Membiayai pendidikan anak-anak setempat.
  • Menyelenggarakan program sosial massal.
  • Warga lokal merasa Jhonlin Group adalah berkah nyata.
  • Bukan pemerintah, tapi Haji Isam yang justru hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
  • Jika ada tuntutan hukum atau aturan dari Jakarta yang mengancam bisnisnya, maka warga
    akan dengan sukarela memasang badan, karena takut kehilangan mata pencarian.
  • Perisai sosial yang tidak bisa dibeli oleh anggaran negara manapun.

JEJAK POLITIK DI TINGKAT NASIONAL

PEMILU 2019: Haji Isam masuk sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin.

PEMILU 2024: Dikabarkan menggelontorkan dana kampanye dalam jumlah sangat besar untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

Di saat konglomerat lain masih ragu dan cari aman Haji Isam sudah berpihak dengan manteb.

KABINET MERAH PUTIH “DISUSUPI” ORANG-ORANG HAJI ISAM DI 5 KEMENTERIAN

Lima kementerian yang paling langsung mempengaruhi ekspansi bisnis tambang, sawit, infrastruktur, dan logistik.

1.MENTERI PERTANIAN Andi Amran Sulaiman sepupu kandung Haji Isam.

2.MENTERI PERHUBUNGAN Dudi Purwagandi mantan direktur yang lama berkecimpung dalam struktur korporasi Jhonlin Group.

3.MENTERI PEKERJAAN UMUM Dodi Hanggodong pernah menjabat komisaris di perusahaan milik anak-anak Haji Isam: Joni Saputra dan Liana Saputri.

4.WAKIL MENTERI KEHUTANAN Sulaiman Umar menikah dengan Nur Andi Arinawati Arsyad adik kandung perempuan Haji Isam.

5.MENTERI PERDAGANGAN Budi Santoso memiliki kedekatan strategis dengan lingkaran bisnis ekspor impor Jhonlin.

“KEBIJAKAN” MENGERIKAN HAJI ISAM

Prabowo menunjuk Haji Isam langsung sebagai motor penggerak food estate Papua Selatan proyek pembukaan lahan hampir 3 juta hektar di Merauke, Boven Digoel, dan Mapi.

Haji Isam sendiri yang terbang ke China untuk menandatangani kontrak pembelian 2.000 unit ekskavator dari Sunny Group.

Nilai transaksinya: 250 juta dolar atau sekitar Rp4 triliun yang menjadi transaksi alat berat tunggal terbesar dalam sejarah dunia.

Ribuan ekskavator itu sudah mendarat di Papua Selatan. Dikawal TNI bersenjata. Dan sudah mulai meratakan hutan ulayat masyarakat adat.

SUKU YEI mendapati tanah ulayat mereka tiba-tiba dipasangi papan bertuliskan “Tanah Milik TNI AD.” Suku Auyu lalu menancapkan salib merah di tengah hutan sebagai tanda larangan adat. Itu satu-satunya cara mereka melawan.

107.000 orang Papua mengungsi. Kisah pilu itu tidak muncul di berita utama Indonesia.

PESTA BABI ADALAH SEBUAH DOKUMENTER TERLARANG

Film dokumenter PESTA BABI mencoba menceritakan semua itu, namun nonton bareng dokumenter itu dibubarkan paksa di sejumlah tempat.

PESTA BABI bukan hanya tentang Papua. PESTA BABI adalah tentang siapa yang benar-benar menentukan nasib Indonesia dan siapa yang ditumbalkan.

Jawabannya tidak akan pernah ditemukan di pidato Rapat Paripurna DPR.

Ketika dunia memasuki era AI, Prabowo dkk malah mau saja “dituntun” oleh Haji Isam menggunduli hutan Papua. Padahal di era AI, program ketahanan pangan & energi tidak butuh jutaan hektar hutan untuk digunduli.

Memasuki era AI memang butuh kesehatan mental yang prima atau butuh mereka yang memiliki prosocial behavior. Menggunduli hutan itu hanya dilakukan oleh sociopath.

MJ Rahardjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Ketika uang berkuasa dapat mengaburkan moral (akhlak), menggerus empati, menyuburkan oligarki, menggurita jaringan koruptor, ketimpangan sosial ekstrim dan meruntuhkan demokrasi serta hukum.