Pejabat Hamas diminta untuk mengutuk serangan Iran dan Houthi, ini tanggapannya…

Dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya—media yang dikendalikan oleh pemerintah Arab Saudi—pejabat Hamas, Taher al-Nunu, berulang kali diminta untuk mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Ia terus menolak, dengan berpendapat bahwa perselisihan “di dalam bangsa Arab dan Islam” harus diselesaikan melalui “dialog, dan hanya dialog.”

Pembawa acara terus mendesak Nunu—yang menjabat sebagai penasihat media bagi kepala biro politik Hamas—dengan merujuk pada serangan Ansarallah (Houthi) baru-baru ini terhadap sebuah bandara sipil, serta menuding Hamas sebagai salah satu proksi Iran.

Nunu membedakan antara apa yang ia sebut sebagai “upaya Iran membela diri terhadap pendudukan Israel”—yang didukung oleh Hamas—dengan konflik Iran melawan negara-negara tetangganya di Teluk, yang menurutnya harus diselesaikan melalui perundingan.

“Kami bukan proksi dari pihak mana pun,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Hamas menyambut dukungan dari siapa pun yang mendukung perjuangan melawan Israel.

Ketika sang pembawa acara menuduhnya menyamakan “pihak agresor dengan pihak korban,” Nunu menjawab: “Saling mengutuk tidak akan memberikan manfaat bagi pihak mana pun.”

Ia menyatakan bahwa visi Israel mengenai “Israel Raya” mengancam “sebagian besar negara Arab,” dan bahwa kawasan tersebut harus menghadapinya dengan “front yang bersatu.”

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar