🔴 Ditemukan Jenazah sekelompok pejuang Al-Qassam di dalam terowongan di wilayah Rafah, Gaza.
Tidak ditemukan luka cedera apa pun pada tubuh mereka, tetapi mereka tampak lemah secara fisik.
Diduga mereka syahid karena kelaparan akibat pengepungan yang diterapkan pasukan Israel terhadap terowongan.
Terjebak di Balik Garis Militer: Mulai akhir tahun 2025, sekitar 100 hingga 200 pejuang Hamas terjebak di dalam jaringan terowongan bawah tanah di wilayah Rafah timur, wilayah yang berada di bawah kendali penuh militer Israel (“Garis Kuning”).
Selama berbulan-bulan terperangkap di bawah tanah tanpa akses logistik yang memadai, para pejuang menghadapi kelaparan ekstrem dan dehidrasi. Militer Israel bahkan merilis temuan catatan dari dalam terowongan yang menggambarkan kondisi kelaparan dan kehausan yang parah sebelum para pejuang tersebut syahid.
Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab sejarahnya bahwa Al-Sa’ib bin Al-Aqra’ datang kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab (radiyallahu ‘anhu) untuk memberi kabar gembira tentang kemenangan umat Islam dalam Pertempuran Nahawand mengalahkan pasukan Kekaisaran Sasania Persia (yang dikenal sebagai Fathul Futuh atau Kemenangan dari Segala Kemenangan) pada tahun 21 H/642 M.
Saat Al-Sa’ib menyampaikan kabar kemenangan, Umar bertanya tentang para syuhada yang gugur. Al-Sa’ib menyebutkan nama-nama tokoh besar yang gugur, termasuk sang panglima Nu’man bin Muqarrin. Al-Sa’ib lalu berkata bahwa ada banyak kaum muslimin lainnya yang gugur yang tidak dikenal oleh Umar.
Umar pun menangis dan berkata, “Tidak mengapa Umar tidak mengenal mereka, tetapi Allah mengenal mereka.”
Begitu pula para syuhada Gaza, para pejuang Al-Qassam, mereka tidak dikenal, tetapi Allah mengenal mereka.
Ya Allah terimalah mereka sebagai syuhada dan berilah ganjaran sebagaimana janji yang disampaikan Rasul-Mu.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ (رواه الترمذي وابن ماجه)
Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)








ya Allah… mau kasihan tapi mereka syahid,
ya Allah ampunilah kami.
ya Allah gerakanlah hati para penguasa negeri2 muslim, satukan mereka, untuk menolong saudaranya di gaza. atau gantilah mereka dengan penguasa yg bertaqwa, yg hanya takut kepadamu dan menjalankan syariat Mu seluruhnya
innalilahi wa Inna ilaihi Roji’uun.😭