Raline Shah Pilih Mundur dari Kemenkomdigi, Lalu Kini Suarakan Karhutla dan Sentil Definisi Korupsi

Aktris Raline Shah menjadi sorotan publik setelah memutuskan mundur secara resmi dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Aktris Raline Shah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Jabatan yang diembannya sejak Januari 2025 tersebut resmi ia lepaskan per 13 Oktober 2026.

Setelah melepaskan jabatan publik tersebut, Raline Shah langsung bergerak aktif menyuarakan isu lingkungan serta melontarkan kritik sosial yang menyinggung wacana politik nasional:

1. Menyuarakan Isu Karhutla Kalimantan

Segera setelah masa tugasnya di Komdigi selesai, Raline secara lantang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan. Melalui akun media sosialnya, ia mengajak masyarakat luas untuk ikut serta mendukung upaya penyelamatan hutan dan perlindungan satwa liar dengan menggalang donasi lewat Yayasan IAR Indonesia (YIARI).

2. Menyentil Wacana Redefinisi Korupsi

Raline Shah memicu percakapan publik di media sosial setelah menuliskan kritik tajam yang dinilai menyentil wacana pemerintah terkait perubahan definisi korupsi. Raline secara tegas menyatakan:

“Penyalahgunaan kekuasaan adalah definisi korupsi yang sebenarnya.”

Pernyataan menohok ini diunggah di tengah ramainya polemik nasional setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar unsur “kerugian negara” dievaluasi atau dikeluarkan dari definisi utama tindak pidana korupsi dan lebih difokuskan pada penyuapan.

Langkah berani Raline yang langsung speak up mengenai isu sensitif ini setelah melepas jabatan publik menuai banyak pujian dan rasa hormat dari para netizen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar