Menyala Pak Dasco 🔥🔥🔥

SEKALI LAGI SOAL MSCI

✍️Ahmad Tsauri

Kalau sepak bola kita mau ikut piala Asia, piala Dunia ya tentunya ikut aturan FIFA. Kecuali kalau mau TARKAM, sepakbola antar kampung, silahkan buat ketentuan sepak bola sendiri.

Pun demikian, kalau mau modal dari berbagai belahan negara masuk investasi ke Indonesia melalui bursa, ya tentu kita harus mengikuti standar pemeringkat bursa internasional, diantaranya MSCI.

Kalau mau muter bursa saham dari duit hasil laundry, hasil kekayaan alam, hasil berbisnis dengan rakyat laba-laba BUMN yang dikumpulkan DANANTARA, tapi pasar tidak akan tumbuh dan ekonomi bisa ambruk. Presedennya sudah ada negara yang ambruk ekonominya.

Sebenarnya standar MSCI itu standar akal sehat. Ilustrasi sederhana begini, dari 100% saham, 85% milik perusahaan, 15% diantaranya saham publik, tapi realitanya dari 15% itu juga 12%nya masih dimiliki oleh entitas yang terafiliasi perusahaan emiten, jadi yang real milik publik hanya 3%.

Kenapa ini berbahaya? Karena Pertama, saham jadi tidak liquid, sudah dimiliki oleh publik tidak bisa atau sulit dijual. Kedua harga naik turun tidak terkendali karena harga saham mudah dinaikan dan diturunkan karena kepemilikan publik sangat sedikit. Ini yang disebut “saham gorengan”.

Jadi sebenarnya pengusaha yang punya perusahaan di bursa harusnya malu, ko nunggu diingatkan asing.

Bursa saham kita ini simpelnya jadi ajang pembantaian para pemilik modal, terutama para pemodal kecil yang jumlahnya jutaan orang sekitar 30 juta.

Jadi narasi Presiden “tidak takut MSCI”, atau narasi para pembantu presiden “buat rating sendiri”, pernyataan yang sungguh tidak bisa dinalar. Apakah mereka tidak paham masalah yang terjadi atau memang mau membodohi konstituen dan para pendukung yang bodoh?!

Punya kuasa tapi cara mengatasi masalah seperti ehem. Takut didatangi saya.

-FB-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *