Tahukah anda? HAMAS langsung menumpas ISIS begitu kelompok tersebut mulai muncul di Gaza

Ya, benar bahwa Hamas dan ISIS adalah dua kelompok yang saling bermusuhan secara ideologis dan militer, dan Hamas berulang kali melakukan tindakan keras terhadap simpatisan ISIS di Jalur Gaza.

Meskipun beberapa politisi luar negeri, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sempat menyamakan kedua kelompok ini untuk tujuan politik, dalam realitas di lapangan keduanya justru merupakan musuh bebuyutan.

Berikut adalah rangkuman mengenai hubungan konflik antara Hamas dan ISIS:

Perbedaan Ideologi yang Mendasar

  • Hamas adalah gerakan nasionalisme Islam. Fokus perjuangan mereka terbatas pada pembebasan tanah Palestina dan pembentukan negara merdeka di sana. Hamas juga menerima konsep sistem negara-bangsa modern dan pernah berpartisipasi dalam pemilu demokratis Palestina.
  • ISIS, di sisi lain, menganut ideologi Salafi-Jihadis global yang menolak batas negara modern dan bertujuan mendirikan kekhalifahan transnasional di seluruh dunia. ISIS menganggap Hamas murtad dan dicap sebagai “tiran” karena dinilai berkompromi dengan demokrasi nasional serta dianggap kurang ketat dalam menegakkan syariat Islam versi ekstrem mereka.

Sejarah Penumpasan ISIS oleh Hamas di Gaza

Begitu simpatisan Salafi ekstremis yang terafiliasi dengan ISIS mulai muncul di Gaza (terutama sepanjang dekade 2010-an), Hamas langsung melakukan berbagai operasi keamanan keras untuk menumpas mereka:

  • Tahun 2015: Pendukung ISIS di Gaza melakukan serangkaian serangan bom terhadap kendaraan dan markas faksi-faksi Islam di Gaza, termasuk pos keamanan milik Hamas. Merespons hal tersebut, Hamas melancarkan gelombang penangkapan massal terhadap puluhan jihadis dan simpatisan ISIS demi menjaga stabilitas kendali mereka di wilayah tersebut. Pada tahun yang sama, ISIS merilis video propaganda resmi yang mengancam akan menggulingkan kekuasaan Hamas di Gaza.
  • Tahun 2018: Konflik kembali meruncing ketika cabang ISIS di Semenanjung Sinai (Mesir) secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap Hamas. Mereka bahkan mengeksekusi anggotanya sendiri yang ketahuan menyelundupkan senjata untuk membantu sayap militer Hamas.
  • Tahun 2019: Terjadi serangan bom bunuh diri oleh simpatisan ISIS di pos pemeriksaan polisi Hamas yang menewaskan tiga petugas. Sehari setelah kejadian tersebut, pasukan keamanan Hamas langsung bergerak cepat melakukan razia besar-besaran dan penangkapan massal terhadap seluruh jaringan sel Salafi ekstremis di bawah tanah Gaza.

Hingga saat ini, Hamas terus memosisikan diri sebagai pemegang otoritas tunggal di Gaza dan tidak menoleransi adanya kelompok jihadis global seperti ISIS yang mencoba mengacaukan wilayah tersebut.

“Hamas segera menghancurkan ISIS begitu mulai muncul di Gaza,” kata jurnalis Gaza Abubaker Abed di X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. mana mau mereka!! isis itu bertauhid 3 trinitas ala salafi Wahabi terus ngaku ahlusunnah pretttt… emang diindonesia doang gampang dikibulin dan disogok.. di malaysia d brunei Wahabi mana ada tempat ??? raja Brunei sampe pidato menolak paham tauhid salafi Wahabi!!