1. Ada yang katakan “Kita kuat koq, bisa mandiri. Buktinya IHSG naik, walau asing keluar/net sell”.
Ini lah kalau pemerintahan amatir, dan Presiden dikeliling ABS.
Justru kondisi itu berbahaya. Apalagi semua juga tahu yang aksi beli DANANTARA dan BUMN yang buyback. Artinya apa?
2. Artinya asing bisa jual di harga tinggi, tanpa perlu cut loss (rugi) terlalu besar. Dan itu (buyback saham) memanfaatkan dana milik rakyat yang ada di DANANTARA dan BUMN.
Danantara dan BUMN sendiri yang “goreng” harga-harga saham itu naik. Masalahnya, kuat sampai kapan jika asing terus keluar?
3. DANANTARA itu ndak kuat-kuat amat, SWF modal “omongan besar” dengan mencatatkan aset-aset BUMN, bukan memiliki cash yang besar. Paling kemampuanya belasan triliun saja untuk buyback.
Minggu ini paling sudah bliding (berdarah-darah). Om Pandu sebentar lagi paling stress, 😂
4. Jika DANANTARA dan BUMN, terutama BANK-BANK, terus menahan harga saham dengan melakukan pembelian saham-saham yang dibuang asing, akan sampai pada satu titik, mereka tak mampu lagi menahan.
Setelah itu, amsiong…. harga sahamnya jatuh, kerugian besar-besaran.
5. Apalagi jika kemudian MSCI ambil keputusan keluarkan Indonesia dari indeks, dan menempatkan bursa Indonesia sebagai standalone market, buyar itu DANANTARA, bisa rugi besar jika semua saham jatuh.
6. Dugaan saya, MSCI sengaja tidak merespon pernyataan Presiden Prabowo dan pejabat-pejabat Indonesia.
Tujuannya agar pemerintah percaya diri, DANANTARA terus menggeret harga saham-saham BUMN naik, terus melakukan buyback. Karena ini justru menguntungkan asing yang mau keluar.
7. Sampai pada satu titik, jika dipandang Pemerintah Indonesia dan otoritas di Bursa Indonesia memang dengan sengaja mengabaikan rekomendasi MSCI, langsung betul-betul dieksekusi ke standalone.
Jika itu terjadi, siap-siap saja sesuai saran Dasco, kita bisa buat rating sendiri. 😂
8. Amsiong benar punya Presiden yang blas ndak bisa terima masukan. Bahkan masukan yang baik untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.
Semoga lah minggu depan masih kuat DANANTARA dan BUMN lakukan buyback. Sehingga investor lokal pun masih sempat keluar dgn cuan, 😅
Salam
Ferry Koto








bleeding, bukan bliding