UEA “NGEMIS” MINTA SOLUSI DIPLOMASI DENGAN IRAN

Setelah berminggu-minggu UEA ngompori AS untuk nyerang Iran, kini Abu Dhabi ikut-ikutan dengan Arab Saudi dan Qatar untuk mendesak Trump memberikan kesempatan pada diplomasi. Berikut rangkuman analisis pengamat geopolitik dari beberapa sumber:

UEA tidak mampu menghadapi dampak perang yang berkelanjutan, karena ekonomi mereka terdampak cukup signifikan. Meski mereka mencoba menutup-nutupin dampaknya, namun pasar tidak bisa dikelabui. UEA telah membayar harga mahal atas konflik yang diam-diam dia inginkan sendiri. UEA awalnya menginginkan perang ini namun tidak ingin menanggung dampaknya sendiri. Namun pada kenyataannya situasi berjalan tidak sesuai rencana Pak Zayed, karena Iran ternyata jauh lebih tangguh daripada yang dikira.

Ringkasnya, Saudi Arabia, Qatar dan kemudian UEA (yang ikut-ikutan belakangan), khawatir konflik yang berkepanjangan akan tambah merusak ekonomi mereka (terutama sektor minyak, gas, dan perdagangan melalui Selat Hormuz serta pariwisata).

UEA, yang oleh analis pengamat Timteng sering disebut sebagai koloni zionis karena kedekatannya dan ketundukannya pada Israel, belakangan seperti berubah pikiran. Maka benar seperti yang dikatakan banyak pengamat di hari-hari sebelumnya, bahwa UEA adalah negara pragmatis yang tidak punya pendirian atau ideologi kecuali demi kekayaan dan kemakmuran.

Namun situasi di Timur Tengah saat ini masih belum jelas, dan upaya Arab Saudi dkk ini adalah bagian dari upaya de-eskalasi setelah konflik yang mahal.

Sementara itu Israel telah sengaja membocorkan kerja samanya dengan UEA. Dengan cara ini Netanyahu sedang mendorong UEA agar lebih terbuka mengakui kerja sama Israel. Pengumuman ini adalah sesuatu yang sebenarnya ingin tetap dijaga secara diam-diam oleh Abu Dhabi. Dengan kata lain, Pak Zayed sebenarnya ingin tampak “bersih” di depan negara lain sambil tetap bermain kotor bersama israel.

Motif paling penting adalah keinginan Israel untuk memperdalam keretakan antara UEA dan negara teluk lain. Dengan secara terbuka menyeret Abu Dhabi ke dalam aliansi keamanan Israel, Netanyahu menjalankan strategi divide-and-conquer: memperdalam fragmentasi kawasan sekaligus memperkuat ketergantungan UEA pada koordinasi keamanan Israel.

Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan UEA mencoba pindah haluan perlahan dengan mengekor Arab dan Qatar.

Namun pengamat pesimis bahwa UEA akan sepenuhnya beraliansi dengan Arab Saudi, karena banyak “kartu” pak Zayed sudah ditangan Pak Setanyahod.

(Triwibowo Budi Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. mreka mencoba memecah tubuh Islam dgn sgala cara.. yg terbaca sbelumnya issue “jadul”.. ttg mazhab (Sunni-Syiah)..
    yg terbaca kmudian.. issue etnik/ klan/ nasionalism..
    ☝🏻👇
    intinya.. minimal tubuh Islam tetap spt saat ini.. “sakit2an”.. dgn tujuan akhir tentu “mati/ punah”..

    .. Islam bersatulah..