Pemerintah menerbitkan Global Bond dalam Euro dan USD sebesar USD 3,4 miliar untuk menahan kejatuhan Rupiah. Efektifkah?

Oleh: Erizeli Jely Bandaro

Pekan ini pemerintah menerbitkan global Bond dalam euro dan USD sebesar USD 3,4 miliar. Tujuannya yaitu menahan kejatuhan rupiah dan memperbesar supply USD ke pasar.

Anehnya data market dan yield belum kelihatan di market. Mungkin minggu depan baru masuk pasar.

Kita akan tahu berapa Yield. Namun sebelumnya BI sudah menaikan BI rate menjadi 5,25% dengan tujuan yang sama. Kemungkinan Yield SBN Global bond akan diatas 6%.

Dari hitungan data quantitivate penerbitan global bond ini tidak significant menahan kejatuhan kurs Rupiah.

Justru membuat persepsi pasar terhadap resiko sovereign semakin tinggi. Akan meningkatkan ongkos hedging dan CDS. Dan yang lebih apes, akan mempersulit pihak swasta dan BUMN mendapatkan dana di pasar luar negeri dengan bunga rendah. Akibatnya resource jadi mahal dan mempersulit ekspansi investasi sektor real.

Jadi upaya menaikan suku bunga BI dan penerbitan global bond ditengah likuiditas mahal, hanya menguntungkan investor.

Dan ini dimanfaatkan mereka di saat pemerintah panik dan DPR tidak bisa menghentikan progarm MBG dan KDMP.

Krisis struktural didepan mata. Sangat mengerikan dampaknya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. gmn cara org Indonesi mengerti situasi ekonomi..!?
    klo dlm bahasa ekonomi banyak menggunakan “term asing”..
    sedang umumnya org Indonesi “fasih brbahasa daerah” ato brbahasa nasional..
    ☝🏻😅