๐ฃ๐ฒ๐๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ฏ๐ถ, ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฌ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐๐ถ๐ต๐ถ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ
Oleh: Ruly Achdiat Santabrata
Saya menonton film itu sendirian, malam, di Dubai. Lima wajah di layar. Tidak ada yang berbicara tentang kebijakan. Tidak ada yang menyebut angka hektare. Mereka hanya ada โ di tanah yang sedang berubah menjadi sesuatu yang lain, tanpa mereka diminta.

Saya diam agak lama setelah selesai.
Lalu saya mulai mencari datanya. Bukan karena tidak percaya filmnya. Justri karena percaya โ dan saya perlu tahu seberapa jauh ini sudah berjalan.
โ
ANGKANYA
2,29 juta hektare. 70 kali luas Jakarta.
Bukan proyeksi. Itu konsesi yang sudah diterbitkan, untuk kebun tebu, pabrik gula, dan bioetanol di Merauke. Di atasnya, diperkirakan 50.000 jiwa tinggal. Delapan puluh persennya orang asli Papua.
Ada 10 perusahaan pemegang konsesi, dalam empat konsorsium. Dan di hari penanaman tebu perdana bersama Presiden Jokowi, yang hadir bukan petani Merauke. Yang hadir adalah pendiri salah satu korporasi sawit terbesar Asia Tenggara, bersama anaknya. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menduga setidaknya lima dari sepuluh perusahaan itu terafiliasi dengan satu jaringan keluarga yang sama.
Satu keluarga. Tujuh puluh kali Jakarta.
Mereka membantah. Mungkin tidak ada hubungan formal. Tapi saya terbiasa membaca sistem sebelum membaca niat โ dan dalam desain sistem, kehadiran di momen peresmian itu adalah sinyal. Sinyal tidak bisa diabaikan hanya karena tidak ada dokumen yang mengikat.
โ
SIAPA YANG MENJAGA, SIAPA YANG BERTANYA
Di lapangan, proyek seluas itu tidak berjalan sendiri.
Oktober 2024, lima batalyon infanteri baru diresmikan di Papua. Namanya resmi: Yonif Penyangga Daerah Rawan. Tugasnya tertulis jelas โ mendukung program ketahanan pangan, membantu Kementerian Pertanian, membantu Kementerian Investasi, membantu perusahaan swasta.
Bukan mengamankan perbatasan. Mengamankan proyek.
Simon Balagaize, koordinator Forum Masyarakat Adat Malind, berkata: ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ขโ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข. ๐๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐บ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ข๐ต ๐๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐ฅ.
Ketika ada yang menolak, ketika ada film yang beredar, ketika ada orang yang mengajak nonton bareng โ nobar dibubarkan. Pertanyaan tentang film dijawab dengan pertanyaan balik dari pemerintah: ๐ฅ๐ถ๐ช๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?
Saya ingin jujur: pertanyaan itu tidak sepenuhnya tidak sah. Saya sendiri bertanya hal yang sama waktu menonton. Film dengan kualitas seperti itu, di medan seperti itu โ butuh sumber daya yang tidak kecil.
Dandhy Laksono akhirnya menjawab: patungan. WatchDoc, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, Jubi, LBH Merauke, Koperasi Indonesia Baru. Tidak ada kru yang dibayar. Nama-nama pendukung ada di poster.
Lalu ia balik bertanya โ dan ini yang menancap: ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ชโ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช๐ด๐ช๐ข๐ต๐ช๐ง ๐ด๐ช๐ฑ๐ช๐ญ, ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ช๐ต ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฑ๐ฐ๐ญ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ?
Kalau transparansi jadi standar, terapkan ke semua arah.
โ
MUSUH SIAPA
Narasi resminya selalu sama: operasi militer di Papua untuk menghadapi OPM. Separatis. Ancaman kedaulatan. Klaim itu sudah dipakai puluhan tahun.
Tapi wajah-wajah di film itu bukan OPM. Mereka petani, tetua adat, ibu-ibu yang memasang salib merah di depan tanah mereka. Tanda penolakan. Bukan senjata.
KontraS mencatat dalam setahun: 17 peristiwa kekerasan terhadap warga sipil Papua yang melibatkan oknum TNI. Sebelas orang tidak pulang.
Saya seorang sistem arsitek. Ketika sebuah sistem membutuhkan tentara bersenjata untuk beroperasi di tengah warga sipil yang tidak bersenjata โ itu bukan tanda sistem yang sehat. Itu tanda sistem yang tahu ia tidak akan diterima dengan sukarela.
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?
โ
ENAM PULUH TAHUN SEBELUM INI
- Kontrak Freeport ditandatangani. Masyarakat Amungme tidak hadir di meja itu. Tanah yang sudah mereka huni ribuan tahun tiba-tiba punya pemilik baru โ sebuah perusahaan dari Arizona, dengan restu penuh Jakarta.
Bukan tanya dulu. Tanda tangan dulu.
Lima puluh tahun kemudian angkanya bisa dihitung: 1.900 ton emas. 43,1 miliar pound tembaga. Keluar dari perut Papua, naik kapal, pergi.
Yang tertinggal adalah tailing โ limbah sisa tambang, 40 juta ton per tahun, dibuang ke Sungai Ajkwa. Sungai tempat suku Amungme dan Kamoro mencari ikan selama generasi. Sekarang siapa yang menginjak airnya, kulitnya luka. Ikan tidak ada. Pohon di tepinya mati.
Seorang perwakilan masyarakat adat berkata kepada DPR, dalam nada datar: ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ช๐ด๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฎ๐ช๐ด๐ฌ๐ช๐ฏ.
Di atas tanah yang isinya tambang emas terbesar di dunia.
Lalu datang transmigrasi Orde Baru. Ratusan ribu pendatang, tanpa persetujuan masyarakat adat. Lalu proyek-proyek berikutnya โ selalu dengan nama yang mulia, selalu dengan janji yang sama.
Food estate sekarang bukan babak pertama. Ia babak yang entah keberapa. Yang berbeda hanya nama programnya.
โ
SATU PARADOKS YANG SUSAH SAYA ABAIKAN
Saya tumbuh besar dengan solidaritas untuk Palestina. Saya masih punya. Bukan retorika โ itu keyakinan tentang keadilan yang tidak boleh pilih-pilih.
Tapi justru karena itu ada yang tidak bisa saya diamkan.
Kita bisa memobilisasi jutaan orang untuk tanah yang jauh. Kita punya bahasa untuk pendudukan, pengusiran, perampasan. Kita tahu kata-katanya. Kita fasih.
Lalu mengapa untuk 50.000 jiwa di Merauke โ yang tanah adatnya digilas konsesi seluas 70 kali lipat Jakarta, yang ruang diskusinya dibubarkan, yang keluhannya dicap antek asing โ kita tiba-tiba gagap dan kehilangan kosakata?
๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐โ-๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐. Ia adalah kenyamanan yang memakai kostum moral.
โ
SUMATERA SUDAH MENJAWAB
Papua bukan satu-satunya. Kalimantan kehilangan hutannya untuk sawit dan batubara. Sulawesi dibelah untuk nikel. Nusa Tenggara digali. Sumatera โ yang sudah lebih dulu habis hutannya โ sudah membayar dengan cara yang paling keras.
November 2025. Banjir bandang. 1.072 orang meninggal. 186 hilang. 52 kabupaten terdampak. Kerugian Rp68,67 triliun.
Pemerintah menyebutnya bencana alam.
Tapi material kayu yang terseret arus meninggalkan bekas potongan gergaji mesin โ bukan pohon tumbang alami. Di Sumatera ada 1.907 izin tambang aktif, seluas 2,4 juta hektare. Para ahli menegaskan akar persoalannya ada di hulu: hutan yang terlalu lama dikorbankan untuk konsesi tidak lagi bisa menahan air.
Izin baru di DAS kritis, kata seorang direktur lembaga pemantau hutan, sama saja memperbesar bom waktu bencana.
Sumatera sudah menjawab dengan nyawa. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita tahu. Pertanyaannya adalah sampai berapa banyak korban lagi sebelum kita memilih untuk benar-benar belajar.
โ
Lebaran tahun ini saya di London, bersama keluarga.
Saya memeluk anak-anak saya โ satu per satu, lebih lama dari biasanya. Entah kenapa di tengah pelukan itu, pikiran saya masih di sana. Masih di lima wajah itu. Masih di sungai yang tidak bisa lagi diinjak. Masih di tanah yang tidak dijual tapi terus diambil.
Anak-anak saya tumbuh di London. Passport mereka merah putih. Indonesia tetap masa depan mereka โ dan untuk mereka, saya tidak bisa berpura-pura tidak melihat.
๐๐ข๐ญ๐ญ๐ขโ๐ถ ๐ขโ๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ดโ๐ดโ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ.
Sumber: fb






