Freedom Flotilla: Menjaga Gaza Tetap Hidup di Mata Dunia

Kalau dihitung secara realistis, probabilitas menembus blokade laut Israel menuju Gaza mungkin nyaris mustahil.

Kapal dicegat.
Aktivis ditahan.
Bahkan 2010 relawan kapal Mavi Marmara diserang pasukan Israel ke atas kapal hingga memakan korban jiwa 10 aktivis.

Walaupun “gagal” menembus Gaza upaya itu tidak berhenti.

Dari tahun ke tahun, komunitas aktivis internasional tetap mencoba menembus blokade Gaza lewat misi Freedom Flotilla dan berbagai turunannya, termasuk Global Sumud Flotilla hari ini.

Dan sampai sejauh ini, memang belum ada misi yang benar-benar berhasil menembus blokade dan bebas menyalurkan bantuan langsung ke pantai Gaza.

Kapal diintersep.
Relawan ditahan.
Sebagian dideportasi.

Zionis berdalih semua akses menuju Gaza harus berada di bawah otorisasi keamanan mereka, dengan alasan pertahanan dan ancaman terhadap IDF.

Freedom Flotilla tampaknya memang tidak hanya membawa misi bantuan kemanusiaan. Ada misi politik yang juga relevan, menjaga Gaza tetap hidup di mata dunia.

Saat perhatian global teralihkan ke perang Iran VS AS-Israel dan ketegangan Selat Hormuz, selama berbulan-bulan.

Freedom Flotilla kembali memaksa media internasional untuk melihat bahwa tragedi Gaza belum selesai. Rakyat Palestina masih hidup di bawah blokade, perang, dan ketidakpastian atas hak dasar mereka untuk hidup, untuk merdeka dan rasa aman.

Itulah kenapa para aktivis tidak akan pernah berhenti untuk mencoba lagi dengan misi Freedom Flotilla episode berikutnya. Apapun resikonya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *