✍🏻Ustadz Muhammad Abduh Negara
Komentar saya terhadap ss diatas:
(1) Alhamdulillah, dagangan ibu habis dan laris. Ini karunia Allah ta’ala yang memang patut disyukuri.
(2) Rezeki sepenuhnya memang dari Allah ta’ala, tidak tergantung dolar, kebijakan pemerintah, bahkan tidak tergantung seberapa rajin anda bekerja dan seberapa laris dagangan anda. Betapa banyak yang menghasilkan banyak uang, tapi tidak bisa menikmatinya, atau uangnya habis begitu saja, karena ada bencana, sakit parah, dan lain sebagainya.
(3) Sayangnya, ibu menulis ini dengan tujuan untuk menafikan kegelisahan orang lain terhadap kenaikan dolar, padahal kegelisahan itu hal yang wajar, seperti kegelisahan anda kalau anak sakit, anak tidak bisa sekolah, dagangan tidak laku, ada preman yang mengganggu dagangan anda, dst. Ini sangat manusiawi. Islam tidak mengharamkan perasaan yang sifatnya manusiawi, tapi memberikan panduan bagaimana seharusnya tindakan yang dilakukan yang lahir dari perasaan tersebut.
Tidak semua, atau tidak berarti, orang yang khawatir dengan kenaikan dolar, dia tidak yakin bahwa rezeki itu dari Allah ta’ala, atau rusak akidahnya.
(4) Lebih-lebih, kenaikan dolar saat ini, salah satu penyebabnya lahir dari kebijakan yang salah dan komunikasi publik para pejabat yang bermasalah, berdasarkan penjelasan banyak ahli. Maka mengkritisi hal ini, merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, yang diperintahkan oleh syariat.
Islam tidak pernah mengajarkan kita untuk diam terhadap kezaliman, atau menyuruh orang lain untuk diam terhadap kezaliman, apalagi mendukung para pelaku kezaliman tersebut.
(5) Kalau ibu mengira aktivitas amar ma’ruf nahi munkar semacam ini, malah bertentangan dengan akidah, berarti pelajaran akidah yang anda terima selama ini, bermasalah.







level tauhid kadrun yg selalu merasa dan sok paling islami sedunia ga ada apa2nya ternyata dibanding ibu itu masya Allah
1/17.600 bangsaaaaaattttt…
benci boleh, goblok jangan
😂😂😂
wkwkwkwk si Aris wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun saking GUOBLOKKKKnya tak paham dengan maksud tulisan diatas‼️ Kasihaaannn deh lu…lu gak level dengan kami Ris‼️😅🤣😜😂😝
SIAPAPUN Yang Memimpin Pilihannya Hanya 2
rasio hutang Eropa dan Amerika jauh lebih besar dari hutang NKRI, bahkan mencapai lebih dari 100% dan mereka nampak baik² saja tuh. nah, kenapa netizen NKRI yang budiman teriak² Indonesia kiamat ?
betul banyak PHK, betul ekonomi lagi sulit, betul harga² naik dan daya beli turun. semuanya betul.
saat ini hanya ada 2 solusi untuk mengatasinya :
1. ambil utang IMF, gadaikan kedaulatan dan kemandirian kita. lanjutkan jadi budak impor. gimana bayarnya? gampang, naikin pajak dan atau jual kekayaan alam dengan harga murah.
2. buat dan percepat program² kemandirian bangsa yang bebas dari impor pangan dan energi, tapi hasilnya masih lama, butuh 2-4 tahun lagi.
mayoritas rezim sebelumnya akhirnya terpaksa pilih cara 1, karena nggak kuat menghadapi teriakan rakyat, nggak kuat menghadapi tekanan asing.
sekarang ada Presiden yang berani pilih cara ke 2, pilihan yang tidak populis, pilihan yang penuh hujatan dan ejekan, bahkan menghadapi ancaman pelengseran, dan nggak bakal didukung karena pahit.
buat kita rakyat Indonesia, pilihan cuma 2, bersabar dan bersyukur.
rizki dari Allah, bukan dari pemerintah, bukan dari negara,
azab dan penderitaan juga dari Allah, bukan dari pemerintah, bukan dari pemimpin.
keluh kesah dan permohonan, sampaikan langsung ke Allah. nggak ada gunanya curhat harga tempe dan plastik mahal di sosmed.
https://www.facebook.com/reel/2720719701648392
copas dr mana lu tong 😂😂
biasanya juga cuman bulian WAN,yemn, kadrun, takiah…
LEVEL Berpikir Manusia Bertingkat Tingkat
dunia tak lagi sama, siapapun dan dimanapun, sudah tidak bisa lagi berandai-andai bisa kembali nyaman seperti dulu.
nggak ada gunanya menyalahkan siapapun
berhenti dari ketergantungan impor, itu satu²nya jalan.
saat pemerintahan kita bekerja kearah sana, malah dibully.
mereka sakit, dan mereka menyangka bisa mengobati sakitnya dengan mencela dan mencaci pemerintah tiap hari
swasembada beras, dicaci
ekspor pupuk, dicaci,
ekspor listrik, dicaci.
stop impor solar, dicaci
stop impor LPG, dicaci
bikin drone kamikaze, dicaci
bikin rantis maung, dicaci
hilirisasi nikel, dicaci
dapat hibah kapal induk, dicaci
bikin pabrik bus listrik, dicaci
ojol potongan 8%, dicaci
bangun kilang, dicaci
BBM tidak naik, dicaci
level berpikir manusia bertingkat-tingkat. makin tinggi, makin paham, makin sabar, makin yakin. karena semua butuh waktu dan proses.
sementara level berpikir netizen kita yang instan, terus nyangkut di isu MBG dan nilai tukar USD. tiap hari, mereka akan terus meributkan itu²saja, sesuai kapasitas berpikirnya.
PERBANYAK Membaca, Paksa Dirimu Agar Tidak Bodoh Terus Menerus !!! 😁
jadi apa dong alasan dituduh menjilat pemerintah?
jadi, hati² kalau mau nuduh orang, karena tuduhan itu berat pertanggungjawabannya kalau tidak bisa membuktikan.
bro, saya cuma kebetulan aja punya pengetahuan, yang mungkin belum antum ketahui, karena kebetulan saya punya waktu dan interes untuk mendengarkan dan mempelajari banyak hal.
dan itu tidak didapatkan dengan instan. saya punya banyak referensi dari orang² yang kompeten. saya juga punya forum dimana kami bisa menganalisis, mengolah data dan menyaring informasi secara lengkap dan detail.
kalau dukung pemerintah, itu karena saya paham arah perjuangannya beserta potensinya dan seberapa besar dan kuatnya perlawanan dari oligarki, mafia impor dan kekuatan asing untuk menggagalkan semuanya.
bukan karena mereka suci dan hebat. tapi karena kita tidak mau jadi keledai yang 2x jatuh di lubang yang sama. habis diobrak-abrik, dijual dan digadaikan ke asing.
tahun 98, betapa nama Soeharto begitu jeleknya dimata rakyat Indonesia, akibat dari provokasi media dan mahasiswa. sampai² semua orang berpikir bahwa Indonesia akan jaya dan makmur kalau dia dilengserkan.
sekarang, dengan kacamata yg lebih jernih, barulah kita paham bahwa dulu Soeharto hebat dan ekonomi Indonesia bagus, bahkan bisa melunasi hutang ke IGGI. Demokrasi yg sampah itu dia hancurkan sehingga negara kita stabilitasnya sangat bagus.
sebelum serangan Soros di tahun 98, Indonesia sudah tinggal sejengkal menjadi negara maju, utang lunas, industri pesawat terbang sukses, mobil nasional ada, industri otomotif Texmaco juga ada.
serangan Soros dimulai dengan propaganda membusuk²kan pemerintah, kemudian menyerang dan menjatuhkan mata uang kita, setelah itu menjatuhkan pemimpin kita, akhirnya dipaksa berhutang ribuan T dengan syarat menghentikan semua program dan proyek kemandirian bangsa, kemudian menyuruh kita menjual seluruh BUMN dengan harga murah, membuka pasar impor, dan ditutup dengan memungut pajak penghasilan.
jadi, bukan saya mau jilat pemerintah. apalagi saya tahu didalam pemerintahan banyak oknum yang busuk. tapi yg saya lakukan adalah mencegah bangsa ini jatuh 2x di lubang yang sama dengan pola yang sama dan oleh penjahat yang sama.
catat logika ini. musuhnya musuh kita adalah teman kita.
artinya secara tidak langsung, kalau antum memusuhi pemerintah yang saat ini yang sedang berjibaku melawan Soros, oligarki, asing dan mafia, artinya antum menjadi teman Soros, oligarki, asing dan mafia.
Lu ngaku gak menjilat⁉️
Woiiii bego…junjungan sekaligus sesembahan lu itu sudah SALAH SEJAK AWAL. Dari pencalonannya aja sudah inkonstitusional berpasangan dg anaknya Jokodok. Dari situ harusnya lu paham dan bisa menyimpulkan kalau segala sesuatu yg dimulai dari kecurangan, maka apa yg dia lakukan selanjutnya adalah menutupi kecurangannya selanjutnya. Kok lu pura-pura GAK BEGO, GAK TOLOL, GAK GOBLOK sih⁉️ Berat pertanggungjawaban lu mendukung dan menutupi kezaliman yg jelas terlihat, paham⁉️
orba jatuh karna KKN yg nggiilani…
Pengetahuannya Hanya Sebatas KKN 😂
level berpikir manusia bertingkat-tingkat. makin tinggi, makin paham, makin sabar, makin yakin. karena semua butuh waktu dan proses.
sementara level berpikir netizen kita yang instan, terus nyangkut di isu MBG dan nilai tukar USD. tiap hari, mereka akan terus meributkan itu²saja, sesuai kapasitas berpikirnya.
Orang Yang IQ rata rata 78 Biasanya Percaya Dengan Media
IMF dkk nyuruh pemerintah berhemat dan pelit anggaran. Dan itu dulu pernah dilakukan, akibatnya, malah ekonomi Indonesia hancur karena uang yg beredar sangat minim.
begitu juga saat covid, mereka nyuruh lockdown total, tapi kita nggak nurut dan ekonomi kita lebih selamat daripada yang lockdown.
sekarang presiden dan Menkeu menolak seluruh saran dari IMF. Bahkan sebelum jadi mentri, Purbaya sudah bilang klo IMF itu bodoh dan sering salah.
logikanya, kalau negara gelontorkan anggaran tapi ekonomi masih terasa sulit, gimana klo duit ditahan dan dihemat? Tambah kering duit di masyarakat.
lagian ini belanja yang desentralisasi, uang digelontorkan ke desa², tidak untuk proyek infrastruktur dan tidak untuk proyek mercusuar seperti IKN
so, cuekin aja gonggongan dari IMF dan the economist. mereka punya track record menjerumuskan kita pada jurang kemiskinan.
mereka suruh kita tutup IPTN, Texmaco, dsb. mereka suruh kita ekspor bahan mentah dan masuk pasar bebas, sehingga pertanian dan peternakan kita hancur dan akhirnya bergantung pada impor.
mereka punya kepentingan, mereka tidak cinta NKRI, mereka musuh NKRI. mereka pernah menghancurkan NKRI. maka kita jangan bodoh dan lugu. jangan mau diatur sama mereka. jangan pedulikan kritikan dan gonggongan mereka.
lihat aja gimana mereka meributkan demokrasi, padahal demokrasi itu sampah. China dan Rusia bisa maju tanpa demokrasi. justru demokrasi yang menghancurkan negara² muslim dan negara² arab. mau jadi apa klo tiap 5 tahun ganti pemain? tiap 5 tahun lahir koruptor baru?
kebijakan pemerintah saat ini mungkin terasa sangat pahit bagi kita, tapi yakinlah bahwa itu adalah obat yg insya Allah akan menyelamatkan kita dalam 3-4 tahun kedepan.
saat kita sudah mencapai swasembada pangan dan energi dalam 3-4 tahun kedepan, sudah melakukan hilirisasi yang meningkatkan nilai jual produk ekspor minimal 10x lipat. insya Allah keadaan kita akan berbalik. uang kita akan banyak dan impor kita rendah. APBN bisa melonjak ratusan persen.
tapi kesuksesan butuh pengorbanan. China juga berdarah-darah di awal. nggak ada yang bisa langsung jadi negara maju tanpa pengorbanan yang besar.
investor penting, tapi mereka bukan segalanya. Indonesia tetap menarik untuk investasi. kaburnya beberapa investor, malah langsung diisi dengan datangnya investor baru yg sukses dilobi presiden saat diplomasi ke luar negri. kabur investor Amerika, datang investor China, Rusia, Eropa, dsb.
IMO, wajib kita percaya dengan diri dan kemampuan kita sendiri ketimbang mendengarkan gonggongan IMF dkk itu. pemimpin² dan SDM kita di bidang fiskal nggak kalah pinter kok dibandingkan IMF dan antek²nya yang bodoh itu.
Always Do Opposite What Media Says
https://www.facebook.com/reel/911605861789242
seandainya dagangan hari slanjutnya ga habis.. kira2 si ibu jg post comment ga y..!?