Apa yang dikatakan politisi senior PDIP sekaligus wartawan senior, Panda Nababan (Bang Panda) sebelumnya, terkait hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) yang memang tidak baik sejak awal, dikonfirmasi langsung oleh JK di Podcast KeadilanTV, kemarin.
KeadilanTV berhasil mempertemukan JK dan Bang Panda dalam satu Podcast Eksklusif. Apa yang dikatakan Bang Panda sebelumnya, tidak ada yang dibantah oleh JK alias dibenarkan semua dan ditambah pengayaan atau pendalaman, termasuk hubungannya dengan Jokowi sejak awal.
Bahkan, JK mengungkapkan kekurangsregkan Jokowi terhadap dirinya terlihat sejak pertemuan pertama, setelah Megawati menunjuknya sebagai pendamping Jokowi.
Setelah penunjukan oleh Megawati itu, JK langsung berinisiatif menemui Jokowi dan di situlah ia melihat kekurangsregkan Jokowi terhadap dirinya.
Artinya, tidak salah pengakuan Bang Panda bahwa dia ditunjuk Jokowi sejak awal sebagai perantara atau penengah antara Jokowi dan JK.
Bahkan, hubungan yang kurang baik itu terjadi lebih awal lagi, setelah penunjukan JK sebagai Cawapres, sebelum terpilih sebagai Presiden dan Wapres.
Seperti yang sering juga diceritakan M. Qodari di hadapan publik sebagai konsultan politik, bahwa memang target Jokowi sebagai Cawapresnya bukan JK, tapi Abraham Samad.
Abraham Samad juga mengaku baru-baru ini bahwa Jokowi memang pernah meminta dirinya sebagai Cawapresnya. Bukan dirinya yang meminta, tapi pihak Jokowi.
JK juga mengakui bahwa sebelum berbicara dengan Megawati, ada kalanya ia memang berbicara dulu dengan Panda Nababan. Sebab, ia yakin kalau sudah berbicara dengan Panda Nababan, maka apa yang diinginkannya akan sampai kepada Megawati dengan baik.
Artinya, Bang Panda tidak saja diakui oleh JK sebagai penengah antara dirinya dan Jokowi, tapi juga perantara antara dirinya dan Megawati, bahkan antara kepentingan Golkar dan PPDIP
Kalau ada yang terkait antara PDIP dan Golkar, atau sebaliknya, maka Bang Panda langsung teringat.
JK mengaku bersalah dengan Taufik Kiemas terkait Pilgub DKI Jakarta waktu itu. Ia mengaku tak tahu, kalau ternyata Taufik Kiemas sama sekali tak menyetujui Jokowi sebagai Cagub. Yang disetujui Taufik Kiemas malah Fauzi Bowo.
JK mengetahui itu belakangan. Kalau sejak awal ia mengetahui, maka mungkin ia tak akan mendorong Jokowi, demi menghormati pilihan Taufik Kiemas.
Tidak ada saling bantah antara JK dan Bang Panda dalam Podcast Majalah KeadilanTV itu bisa jadi karena memang itulah yang terjadi, tapi bisa jadi juga karena kebetulan posisi politiknya saat ini relatif sama. Baik terhadap Jokowi maupun terhadap Prabowo.
JK terlihat sekali tidak sreg dengan Jokowi, tapi juga dengan situasi politik dan ekonomi saat ini, di bawah kepemimpinan Prabowo.
JK menganggap politik saat ini tidak lagi jernih. Kita berbicara memberikan masukan dianggap anti pemerintah, tak berbicara juga dianggap salah. Jadi serba salah situasi saat ini.
Pernyataan Presiden Prabowo, meski tak dinyatakan JK seperti itu, terkait pengusaha-pengusaha nakal, JK terlihat kurang sreg juga.
Pengusaha-pengusaha nakal itu harusnya dibina, bukan dibinasakan. Kira-kira begitulah. Entah apa maksud JK sebenarnya terhadap pemerintahan Prabowo saat ini? Agaknya memat ada yang tidak selesai. (ERIZAL)








wuih PENDUKUNG GARIS KERAS, KAKEK2 TANTRUM