Inikah Indonesia ala Prabowo?

– Ketika parameter kegoblokan adalah karena keberanian menyampaikan kritik terhadap kebijakan penguasa.

– Ketika parameter kesejahteraan rakyat diukur dengan puluhan ribu gedung Kopdes yang mangkrak.

– Ketika parameter gizi dan perputaran ekonomi diukur dengan puluhan juta ompreng MBG.

– Ketika parameter efektivitas birokrasi diimplementasikan dengan kabinet balas jasa yang super jumbo.

– Ketika keberpihakan kepada rakyat diimplementasikan melalui orasi yang disambut applaus para penjilat.

– Ketika prestasi dan keberhasilan pemerintah cukup diukur dengan laporan-laporan yang Asal Bapak Senang.

– Ketika orang-orang di parleman hanyalah gerombolan paduan suara.

(Ahmad Dairobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

    1. itu belum kejadian,,,
      lu sebut “mengerikan”,,,
      lalu hal² yg disebut di artikel di atas, yg saat ini terjadi,,,
      lu sebut apa…..???

      ke-GOBLOK-an terwo dan termul yg hakiki itu lebih “mengerikan”….
      L.O.L

  1. Ketika parameter orasi “heiii… antek-antek asing… ” direalisasikan secara bergabung dg BoP dan dipertontonkan momen harga diri bangsa direndahkan asing sebagai kacung pemegang map.