Seandainya Masjidil Haram Dikuasai Musuh Islam

✍️Syeikh Muhammad Yasir Al-Hanafi

Bayangkan skenario ini: Jika—semoga Allah menjauhkan hal ini—Al-Masjid Al-Haram (semoga Allah senantiasa menjaga kesuciannya) dikuasai oleh musuh-musuh Islam yang menghina agama Anda dan menumpahkan darah ribuan anak-anak, pria, dan wanita yang tak berdosa.

Namun, bukan hanya itu. Kini mereka yang mengendalikan siapa saja yang boleh memasuki kawasan Haram. Para penjaga yang zalim berdiri di setiap pintu masuk Haram dengan senjata berdaya tinggi, menentukan siapa yang boleh masuk untuk menunaikan Umrah, melaksanakan salat, atau sekadar memandang Ka’bah.

Secara rutin, mereka berbaris memasuki area Mataf dan melanggar kesucian masjid serta kehormatan orang-orang yang sedang beribadah.

Lebih dari itu, banyak pemuda penduduk Makkah yang berada di bawah batas usia tertentu bahkan sama sekali tidak diizinkan untuk mendekati kawasan Haram. Mereka tinggal di Makkah namun tidak dapat melihat tempat paling suci mereka selama berpuluh-puluh tahun, ataupun meraih pahala beribadah di sana.

Jika saya bertanya kepada Anda, bagaimana kira-kira reaksi para pemimpin politik negara-negara Muslim dan umat Islam secara keseluruhan seandainya situasi seperti ini terjadi di Makkah—meskipun hanya untuk satu hari saja? Bagaimana pula kira-kira perbincangan yang akan muncul di media sosial?

Sayangnya, kenyataan inilah yang terjadi—bahkan mungkin lebih buruk lagi—di Al-Masjid Al-Aqsa selama berpuluh-puluh tahun.

Tempat tersuci ketiga dalam Islam—yang merupakan kiblat pertama kita; satu-satunya tempat di seluruh alam semesta di mana Nabi kita tercinta ﷺ memimpin salat bagi seluruh nabi; tempat di mana beliau ﷺ melakukan perjalanan naik ke langit (Mi’raj)—telah berada di bawah pendudukan brutal Zionis selama berpuluh-puluh tahun.

Namun, sungguh disayangkan, gagasan untuk membebaskannya bahkan tidak terlintas di benak para pemimpin tersebut, apalagi menyusun rencana nyata untuk mewujudkannya.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atas keadaan kami yang lemah ini, dan ampunilah dosa-dosa kami. Amin.

(Syekh Muhammad Yasir Al-Hanafi adalah seorang ulama, pengajar Islam, dan pemimpin komunitas muslim yang berbasis di Inggris.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *