MEREBUT HARAMAIN DARI REZIM SAUDI

✍️Ismail Amin

Pusing memang kita jika harus berhadapan dengan gerombolan literal, yang memahami secara dangkal setiap ucapan orang…..

Yang dimaksud pemuka Yaman ini adalah menarget Haramain untuk diambil alih dari dominasi kerajaan Saudi, bukan menarget untuk menyerang apalagi menghancurkan Haramain… Maksud ini didukung dengan ucapan, bahwa Haramain akan dibersihkan dari pencemaran yang dilakukan Saudi dan akan menjadikan Haramain sebagai mercu suar kebebasan umat Islam… Yaman menginginkan Haramain menjadi milik umat Islam sedunia bukan dikuasai Saudi saja apalagi selama ini hanya dijadikan propaganda politik dan demi kepentingan satu kelompok Islam saja.

Dulu kan juga Bani Saud dengan dukungan fatwa ulama Wahabi merebut kendali atas Haramain yang saat itu di bawah pengelolaan Bani Hasyim/Kerajaan Hijaz. Sebelumnya juga Bani Saud merebut Haramaian dari Ottoman, bahkan sampai mengepung dan memblokade Mekkah yang membuat penduduknya kelaparan dan mati.

Jadi kalau itu kemudian direbut kembali, tidak ada salahnya… Memangnya Saudi adalah pemilik mutlak Haramain sampai akhir zaman? Mana dalilnya? Periode kekhalifahan Khulafaur Rasyidin dulu diruntuhkan oleh Bani Umayyah dan mengubahmya menjadi kekaisaran juga dianggap sah-sah saja dan tidak ditangisi sebagai kecelakaan sejarah… Jadi kok harus banget Bani Saud dipertahankan kekuasaannya… Apalagi telah terang-terangan berkhianat lho, dengan membawa negeri Rasulullah dilahirkan tunduk pada kepentingan Trump…

Jadi sekali lagi, apa salahnya menarget dan menginginkan Haramain dibebaskan dari kontrol Saudi… Apa itu pelanggaran pada Islam? Gak kan? Kecuali kalau memang yang dimaksudkan adalah menghancurkan Haramain, itu baru salah. Dan Yaman jauh dari keinginan seperti itu. Ingat Yaman, adalah bangsa Arab asli. Banyak dari mereka keturunan Nabi yang tentu saja lebih layak atas Haramain, dibanding Bani Saud yang nda jelas bahkan tidak ada perannya di tiga generasi awal Islam…. Keturunan Nabi bukan, keturunan sahabat bukan..

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. Makkah dan Madinah milik umat Islam yang sejati. Bukan milik orang yang ngaku Islam padahal bukan Islam seperti Syiah. Bukan pula milik ahlul bid’ah, penyembah kubur dan orang-orang yang berhukum dengan hukum TOGHUT

  2. kekuasaan saud dikasih ingris, kalau diambil alih sama umat muslim ya gak apa-apa juga. karena seluruh tabu dari Rasulullah sudah tidak dianggap sama kaum saud

  3. Mekkah oleh GENERASI SALAF selama1000 tahun dikuasakan pada keturunan Fatimah binti Rasulullah sebagai daerah otonom…..yg ngaku SALAFY mana suaranya ?????

    “Wahai manusia! Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitab Allah (Al-Qur’an) dan ‘Itrahku (Ahlulbaitku). Dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya mendatangi aku di telaga (Al-Haudh).

    Syaikh al-Albani menegaskan hadis ini statusnya Shahih. Beliau mengumpulkan berbagai jalur periwayatan dari para sahabat (seperti Zaid bin Arqam, Jabir bin Abdillah, dan Abu Said al-Khudri) hingga kesimpulannya mencapai derajat shahih yang kuat

  4. seperti biasa wahaboy tantrum blingsatan kalo rezim saudi anjing zionis tumbang lalu cari kambing hitam syiah sesat kafir untuk mengelabui umat islam, pdhl pagan wahaboy yg sdh mengacak2x persaruan umat islam pwrsis kelakyan wahaboy sama dgn zionis maling tereak maling gitu aza kok repot