

Asosiasi Ulama Palestina (هيئة علماء فلسطين) mengeluarkan pernyataan yang diposting di media sosial X (link: https://x.com/palscholars48/status/2101205595713941623) yang intinya: mengutuk serangan Ansarullah (Houthi), menyalahkan Ansarullah, menuduh Ansarullah membantai rakyat sipil Yaman, walaupun Ansarullah telah membela Gaza (Palestina) tapi itu ‘kedok’.
Pernyataan Asosiasi Ulama Palestina ini mendapat beragam tanggapan pro dan kontra.
Salah satu yang kontra adalah Belal Nezar Rayyan, putra dari Pemimpin Senior Hamas Nizar Rayan yang syahid pada 1 Januari 2009 akibat serangan udara militer Israel di rumahnya yang menewaskan dirinya, istrinya dan 11 anaknya. Belal Nezar Rayyan satu-satunya yang masih hidup.
“Para ulama palsu telah diam tentang kelaparan #Yaman dan pengepungan terhadap rakyatnya, serta pembunuhan lebih dari setengah juta umat Muslim (oleh aliansi pasukan Saudi -red), dan hari ini suara mereka meninggi untuk mendukung rezim-rezim kriminal serta mengulang kebohongan dan tuduhan dusta. Ya Allah, kurniakan pertolongan bagi yang telah menolong Gaza (Ansarullah/Houthi), dan kecewakanlah yang telah mengecewakannya, dan jadilah penolong serta pendukung bagi hamba-hamba-Mu dan pendukung-Mu,” posting Belal Nezar Rayyan di X.
“Asosiai Ulama Munafik tidak pernah mengutuk, selama lebih dari 12 tahun, serangan Saudi terhadap Yaman, maupun pemblokiran dan penderitaan serta pembunuhan terhadap warga sipil tak bersalah yang diakibatkannya, dan tidak pernah mengecam agresi zalim ini. Namun hari ini, Asosiai tersebut mengutuk Ansarullah, yang bergerak untuk membela negara dan martabat mereka setelah bertahun-tahun perang, pemblokiran, dan kezaliman,” timpal أمجد الحكيم_Amjad Al Hakim.
“Kalian (Asosiasi Ulama Palestina) telah membuktikan bahwa kalian memang tentara bayaran,” komen warga Gaza Mahmud Zedan🇵🇸 di X.








Gak ngaruh