Pernyataan atas nama ‘Asosiasi Ulama Palestina’ sejalan dengan kepentingan Zionis-Amerika dan sekutunya Saudi

Syeikh Salama Abdelkawy, seorang ulama Mesir yang vokal mendukung Gaza Palestina, saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan “Mihrab Al-Azhar” untuk Konsultasi Syariah, menanggapi pernyataan Asosiasi Ulama Palestina yang berat sebelah, menyalahkan dan menuding Ansarullah melakukan pembantaian terhadap rakyat Yaman.

Berikut pernyataan Syeikh Salama Abdelkawy di X:

“Pernyataan yang dikeluarkan atas nama Asosiasi Ulama Palestina datang secara berat sebelah, sektarian, dan ekstrem, serta sejalan dengan kepentingan agenda Zionis-Amerika dan sekutunya, Arab Saudi.

Pernyataan tersebut sama sekali tidak mencerminkan Syariat, pun tidak merepresentasikan perjuangan demi Al-Quds dan Palestina.

Siapa pun yang berbicara mewakili Palestina, hendaknya menjadikan Al-Quds sebagai tolok ukurnya, bukan poros politik ataupun istana kerajaan.

Bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah adil saat berbicara.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Alhamdulillah, seorang pimpinan jahanam rafidhah Houthi Mahdi al-Mushat, menyusul junjungannya Ali Khamenei ke neraka jahanam, karena perintahkan serang Mekah. Pimpinan utamanya, Abdul Malik al-Houthi, dalam penargetan serangan Arab Saudi, lagi tunggu infonya, in sya Allah, mampus.

    Tdk ada laporan dari antek² syiah Iran disini, yg ada propaganda² kehebatan houthi

    Berita tentang kematian Mahdi al-Mushat dan keheningan besar tentang nasib Abdul Malik al-Houthi setelah serangan udara menargetkan pertemuan rahasia!

    Sampai sekarang, perkembangan lapangan berlanjut tanpa konfirmasi resmi …orang majusie iran selalu menyembunyikan tentang tewas nya para pemimpin mereka

    Mahdi al-Mashat adalah Ketua Dewan Politik Tertinggi yang bertindak sebagai kepala pemerintahan atau pemimpin politik de facto Houthi di Sana’a, Yaman.

    Mahdi al-Mashat menjabat sebagai Ketua Dewan Politik tertinggi sejak April 2018, menggantikan Saleh Ali al-Sammad yang tewas dalam serangan. Berfungsi sebagai wajah politik dan kepala negara administratif Houthi di wilayah yang dikuasai. Merupakan wakil dan sekutu dekat dari pemimpin tertinggi spiritual serta militer gerakan Houthi secara keseluruhan, yaitu Abdul-Malik al-Houthi.