Prabowo sebelum jadi Menhan

✍️Ahmad Tsauri

Jaman belum jadi Menhan, Prabowo ini paling gencar mengkritik Pemerintah saat itu. Jejak digitalnya bertebaran.

Bahkan kalau twit dan postingan dia di media sosial, itu bisa jadi “kitab suci” bagi pejabat dibawah dia sekarang dan kader-kader Gerindra dalam menyikapi semua hal yang terjadi di era Prabowo.

Misalnya untuk kebakaran hutan, untuk politik luar negeri, untuk akuntabilitas dana APBN, untuk memutuskan program, untuk menolak utang negara, ada ayat-ayat ‘suci’ yang disabdakan Prabowo dalam qaul qadim nya, dalam sabdanya terdahulu sebelum menjabat.

Hanya Presiden Prabowo, yang perilakunya sekarang bisa ditegur oleh perkataannya sendiri, oleh pemikiran dan gagasan dia saat belum menjabat.

Kritik itu darah dan nadi demokrasi.

Tapi lebih penting dari itu, kritik rakyat biasa maupun kritik pakar sebagai pengawasan terhadap APBN, yang setiap rupiahnya hasil kristalisasi pajak dari keringat rakyat.

Kecuali, uang 7000 triliun yang dia habiskan 2025-2026, dan 4400 Triliun yang akan dia hamburkan 2027 uang dia sendiri, bukan yang rakyat, bolehlah dia tutup telinga dari kritik rakyat, bolehlah dia goblok-goblokin rakyat.

Tapi akar masalahnya si demensia parah dan si manusia paling denial ini adalah dia hanya suka dengan pujian dan orang-orang disekitarnya yang tidak memberikan informasi yang benar terhadap Prabowo.

Prabowonya NPD, arogan, denial, dan anak buahnya bajingan semua. Yang korban tentu saja rakyat dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar