Walikota New York City (NYC), Zohran Mamdani, bersama Department of Consumer and Worker Protection (DCWP), secara resmi memberlakukan aturan baru yang melarang biaya hotel tersembunyi (junk fees).
Langkah ini diperkirakan akan menghemat uang konsumen—baik warga lokal maupun wisatawan—antara $46,4 juta hingga $67,4 juta pada tahun 2026.
Kebijakan ini menjadi salah satu perlindungan konsumen hotel terkuat di Amerika Serikat.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai regulasi baru ini:
Poin Utama Aturan Baru Hotel di NYC:
- Transparansi Harga Total: Hotel wajib mencantumkan seluruh biaya wajib (seperti resort fees, destination fees, atau hospitality fees) langsung pada harga kamar yang diiklankan di awal. Tamu tidak boleh lagi dikejutkan oleh biaya tambahan saat checkout.
- Kejelasan Uang Jaminan (Hold/Deposit): Hotel diwajibkan untuk memberi tahu konsumen secara transparan di awal mengenai jumlah saldo kartu kredit yang akan ditahan (hold) atau deposit wajib sebelum pemesanan dilakukan.
- Cakupan Wilayah Luas: Aturan ini tidak hanya berlaku untuk seluruh hotel yang beroperasi di lima wilayah (borough) New York City, melainkan juga untuk hotel mana pun di luar kota atau luar negara bagian yang memasang iklan untuk warga NYC.
- Sanksi Pelanggaran: Hotel yang melanggar aturan baru ini akan dijatuhi denda mulai dari $525 hingga $3.500 per pelanggaran.
Mengapa Langkah Ini Diambil?
Pemerintah kota mengambil tindakan tegas setelah NYC Department of Consumer and Worker Protection (DCWP) menerima ratusan keluhan dari konsumen terkait praktek harga yang menjebak.
Selain itu, regulasi ini sengaja disahkan tepat waktu sebelum lonjakan pariwisata musim panas, khususnya menjelang turnamen FIFA World Cup 2026 di mana wilayah New York–New Jersey akan menjadi tuan rumah untuk beberapa pertandingan termasuk laga final. Langkah ini memastikan para pelancong tidak menjadi korban eksploitasi harga oleh korporasi.






