Hujan yang masih kerap terjadi di Jawa selama Mei segera berakhir, setelah itu masuk El Nino, ini penjelasan pakar

Prof. Dr. Erma Yulihastin, S.Si., M.Si. adalah salah satu pakar klimatologi terkemuka di Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Profesor Riset di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia dikenal luas oleh publik karena keaktifannya dalam mengedukasi masyarakat mengenai dinamika cuaca ekstrem dan perubahan iklim, baik melalui media massa maupun media sosial.

Prof. Dr. Erma Yulihastin:

“Hujan yang masih kerap terjadi di Jawa selama Mei dipicu oleh aktivitas gelombang di atmosfer yaitu Kelvin dan MJO. Namun, setelah 25 Mei, gelombang di atmosfer sudah tak aktif (kotak hitam), sehingga kemarau yg lebih kering efek El Nino akan terjadi secara konsisten.”

Peluang El Nino 100 Persen

Secara probabilitas statistik maupun deterministik, berpeluang 100 persen terjadi El Nino pada bulan Juni 2026 hingga Januari 2027. Beberapa model menunjukkan waktu yang berbeda perihal perubahan dari fase kuat menuju super. Model dari BOM, ECMWF dan JAMSTEC menunjukkan kemungkinan menjadi super pada Juli 2026, sementara NOAA menunjukkan peluang terbesar pada November 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar