TRAGEDI DADAN:
PRABOWO EFFECT versus JOKOWI EFFECT
✍🏻Meilanie Buitenzorgy
Asli, drama politik rezim sekarang makin hari makin brutal dan bener-bener gokil! Lu pada denger nggak rangkaian plot twist super kilat bin tragis dari sang mantan kepala BGN professor serangga Dadan Hindayana?
Ini info terbaru yang bikin gw geleng-geleng kepala:
- Dadan itu sebenarnya dijadwalkan baru mendarat dari ibadah haji tanggal 4 Juni 2026.
- Tapi, karena ada perintah mendesak demi agenda super besar bareng pleciden, beliau dipaksa mempercepat kepulangan dan mendarat Senin malam, 1 Juni 2026.
- Bayangin gengs, dipercepat pulang haji cuma buat diborgol dan dijblosin ke tahanan!
- Selasa 2 Juni, dengan sisa-sisa tenaga akibat jetlag, Dadan dipaksa tancap gas nemenin pleciden nyicip masakan MBG bareng anak-anak sekolah di SMPN 111 Jakarta di kawasan Palmerah.
- Paginya disayang dan dipamerin di depan kamera, selang hitungan jam malamnya langsung dibuang!
- Selasa malam, Dadan mendadak dicopot dari jabatannya.
- Dan puncaknya, Rabu pagi buta tanggal 3 Juni 2026, sekitar jam 2 sampai jam 4 subuh, kantor Badan Gizi Nasional (BGN) langsung diobrak-abrik dan digeledah Kejaksaan Agung!
- Sore harinya sekitar jam 17.10 WIB, Dadan keluar dari gedung Jampidsus dengan tangan diborgol dan resmi mengenakan rompi pink khas tahanan!
- Kurang dari 48 jam sepulang haji darurat, nasibnya langsung zonk!
Sebuah skenario sinetron yang bikin sinetron-sinetron pembodohan emak-emak rebahan ala Punj4b bersaudara terlihat inferior!
Nggak cuma itu, barengan dengan penangkapan ini, langsung beredar video pidato pleciden di hadapan pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sambil teriak nanya, “Angkat tangan SPPG yang brengsek!”
Yikes!
Sebuah teatrikal drama yang bikin pengen muntah, karena dengan enaknya rezim ini mengorbankan “pion” yang selama ini sudah berusaha maksimal menghamba, pasang badan, dan menjilat tuannya demi kelancaran proyek raksasa tersebut. Bahwa si pion ikutan nyolong ya siapa juga yang mau nyangkal.
Tapi se-“rapi-rapinya” rezim bikin sinetron pembersihan ini, pasar emang nggak bisa dibohongi, gengs.
Kemarin sentimen ekonomi kita langsung rontok berjamaah. Rupiah kita ambrol parah menyentuh psikologis baru di angka Rp18.000 per dolar AS, dan di saat yang sama IHSG amblas jeblok 4,11% ke level 5.941—bursa saham kita resmi jadi yang paling babak belur se-Asia Pasifik! Ngeri nggak tuh?
Buat kita-kita yang masih waras, indikasi kebusukan program MBG ini sebenarnya bukan barang baru.
Gw sepakat banget sama apa yang sudah ramai di-highlight para pengamat kebijakan dari jauh-jauh hari—salah satunya adek BEM kita Tiyo Ardianto yang dengan nampol memplesetkan program ini lewat jargon “Maling Berkedok Gizi”.

Sesuai dengan jargon itu, MBG ini dari awal emang cuma kosmetik politik tingkat dewa! Narasi “demi gizi anak bangsa” dan “anti-stunting” dipakai sebagai perisai moral biar nggak bisa dikritik. Siapa yang berani protes program buat anak kelaparan, yekan?
Padahal di balik “lipstik” kemanusiaan itu, program ini didesain sebagai mesin raksasa buat melegalkan perampokan APBN dalam skala masif!
Nggak cuma itu, ini juga alat canggih buat membeli dukungan politik dari level atas (pemilik SPPG/vendor) sampai level pekerja dapur dan sopir MBG.
Bikin semua orang bergantung sama proyekan negara, biar loyalitasnya terkunci rapat ke penguasa.
Tapi begitu boroknya langsung jebol di awal karena kasus korupsi tata kelola yayasan sampai pengadaan fiktif motor listrik senilai Rp1 triliun ini, gw melihat ada dua upaya cuci tangan yang super kocak tapi kentara dari rezim lewat buzzer-buzzernya:
1. Korbanin Operator Lapangan (Cari Kambing Hitam)
Menciduk Dadan itu cuma taktik potong kepala biar rezim kelihatan suci tanpa noda. Padahal semua orang yang punya otak juga tahu, Dadan itu cuma operator di lapangan! Desainer utama dan pemegang cetak biru dari program “maling anggaran berkedok makan gratis” ini ya asalnya dari Istana Konoha, bukan dari planet lain!
2. Oper Bola Panas ke Tetangga Sebelah
Para buzzer rezim lagi sibuk narasiin kalau MBG itu sebenarnya programnya Jokowi, bukan Prabowo. Modalnya: klipingan koran bahwa Jokowi tandatangan perpres pembentukan BGN pada Agustus 2024. Tujuannya jelas banget, gengs: kalau program ini gagal total, bikin inflasi meledak, dan APBN hancur-hancuran, yang disalahin dan dicap buruk di mata publik ya tetep Jokowi. Strategi oper bola yang sangat rapi!
Biar kalian nggak gampang dikadali sama pengalihan isu para buzzer, mari kita intip linimasa sejarah lengkapnya biar tahu mana ayam mana telur:
- 9 September 2023 (munculnya Ide): Prabowo pertama kali meluncurkan ide “Makan Siang Gratis” di acara konsolidasi Partai Gerindra di Jakarta Barat. Ini murni jualan utama kampanye beliau ya, gengs.
- Oktober 2023 (Hitam di Atas Putih): Gagasan ini resmi masuk ke dokumen visi-misi pasangan Prabowo-Gibran saat mendaftar ke KPU.
- Februari 2024 (Menang Tiket): Paslon Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 dengan jualan utama program tersebut.
- 15 Agustus 2024 (Bikin Kandang): Menjelang lengser, Presiden Jokowi menandatangani Perpres pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN).
- 19 Agustus 2024 (Pasang Pion): Jokowi melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN atas dasar rekomendasi dan titipan langsung dari Prabowo demi kelancaran transisi anggaran. Ingat: Dadan adalah Dewan Pakar Bidang Gizi dan Pangan team sukses pemenangann Prabowo-Gibran, sama sekali bukan orangnya Jokowi walau dilantik sebagai kepala BGN oleh Jokowi.
- 1 Juni 2026: Dadan dipaksa pulang haji lebih cepat.
- 2 Juni dicopot setelah dinas lapangan.
- 3 Juni digeledah subuh-subuh dan sorenya resmi berbaju pink!
Dosa Jokowi adalah menjadi pihak yang memfasilitasi lahirnya program MBG. Jokowi memuluskan program MBG yang sengawur dan rentan bocor ini di akhir jabatannya dengan tujuan yang sangat jelas: cuma demi jaminan perlindungan politik jangka panjang dan kontinuitas dinasti kekuasaannya melalui sang wakil pleciden.
Tujuan yang sama yang menjelaskan kenapa Jokowi menganugerahi Bapak Buna si jendral pecatan dengan gelar Jenderal Bintang 4 kehormatan pada Februari 2024.
Dan kita pun gak pernah lupa bagaimana rekam jejak di akhir masa jabatan Jokowi. Kita semua jadi saksi bagaimana kas APBN dikuras habis-habisan hampir Rp500 triliun demi menggelontorkan bansos secara masif menjelang Pilpres kemarin.
Belum lagi manuver pengerahan aparat untuk mengondisikan dan mengintimidasi para kepala desa—yang sebagian besar posisinya sudah tersandera oleh celah temuan hukum di program Dana Desa.
Semua orkestrasi politik itu dilakukan demi memuluskan jalan sang “anak haram konstitusi” melenggang mulus menduduki kursi nomor dua di republik ini.
Catatan ini gw buat biar kalian paham gw nggak sedang membela siapa-siapa, apalagi sampai dicap sebagai Ternak Mulyono sama deterjen-deterjen medsos. Kagak level, gengs!
Tragedi Dadan ini adalah bukti nyata dari pertemuan dua arus kepentingan besar.
Dadan adalah orang dekat Prabowo yang konsepnya diwadahi oleh sistem birokrasi bentukan Jokowi.
Ketika proyek raksasa ini jebol oleh syahwat korupsi pengadaan barang mewah, menyalahkan salah satu pihak secara mutlak adalah bentuk kelucuan yang hakiki.
Makanya, menganggap hubungan Jokowi dan Prabowo sekadar sebagai hubungan dalang dan boneka adalah bentuk simplifikasi dungu dari para buzzer yang sengaja dipelihara buat men-dungu-kan masyarakat awam.
Realitasnya, ini adalah hubungan transaksional-strategis tingkat tinggi yang saling menguntungkan (win-win solution) demi ego dan kepentingan politik masing-masing.
- Di satu sisi, Prabowo butuh Jokowi effect, basis massa, dan restu kekuasaan sang inkumben demi memuluskan ambisi besarnya menduduki kursi Konoha-1 setelah berkali-kali gagal dalam pemilihan pleciden Konoha.
- Di sisi lain, Jokowi butuh sekoci perlindungan politik jangka panjang pasca-istana, jaminan kelanjutan proyek mercusuarnya seperti IKN, serta karpet merah untuk mengamankan dinasti politik keluarganya melalui sang anak yang diselundupkan menjadi wakil pleciden.
- Jadi, nggak ada yang polos atau disetir di sini; keduanya adalah “sekutu pragmatis” yang saling memanfaatkan momentum demi mengunci kekuasaan absolut.
Guys, yuk kita lebih cerdas dalam bersosial media! Tuhan menganugerahi kita otak bukan cuma pajangan, tapi untuk memilah mana yang Jokowi effect dan mana yang Prabowo effect.
Menelan mentah-mentah simplifikasi buzzer bahwa semua kekacauan hari ini 100% adalah salahnya Jokowi hanyalah bentuk kemalasan berpikir akut. Jangan mau jadi netizen yang gampang digiring opini hitam-putih ya, gengs!
Tetap waras, netizen se-Konoha Raya. Mari kita pantau pakai mikroskop bagaimana si Nenek Peyang, pengganti professor Dadan, yang bahkan jauh lebih inferior kompetensinya, mengeluarkan jurus-jurus penyelamatan the crumbling program Maling Berkedok Gizi.
(sumber: fb penulis)







cabut tuh bintang maha putera bangsat yg sudah dikasih….
“SILAKAN MINGGIR!” Prabowo Naik Pitam di Sentul, Bongkar Alasan Tendang Trio Eks Bos Badan Gizi: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri!
Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6), Prabowo blak-blakan membongkar alasan utama di balik keputusannya mendepak tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Di panggung bertajuk ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ itu, Prabowo menegaskan bahwa mencopot bawahan bukanlah hal mudah. Namun, demi nasib rakyat, ia memilih tidak berkompromi! Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo: “Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu.”
Berangkat dari berbagai laporan miring terkait kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan di tubuh BGN, Prabowo langsung mengambil tindakan radikal. Baginya, kehancuran sebuah lembaga selalu dimulai dari borok pimpinannya!
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegas Prabowo dengan nada tinggi dan penuh penekanan.
Sebagai panglima tertinggi, Prabowo mengirimkan sinyal perang terbuka bagi siapa pun yang berani menyentuh anggaran makan anak-anak sekolah. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian!” teriaknya membakar semangat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur MBG.
Tak sekadar gertakan sambal, peringatan keras Prabowo ini terbukti nyata. Belum genap 24 jam dicopot, kantor BGN langsung digeledah maraton oleh JAM Pidsus Kejagung. Trio eks pimpinan BGN tersebut kini resmi berbaju rompi pink, menyandang status tersangka korupsi tata kelola SPPG, dan dijebloskan ke sel tahanan!
Prabowo pun memberi ultimatum terakhir bagi seluruh jajaran baru dan pengawas lapangan: “Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir!”
Ketegasan Prabowo ini patut diacungi jempol! Menurut Anda, apakah langkah bersih-bersih ini bisa menyelamatkan program makan gratis dari cengkeraman tikus berdasi lainnya? Mari kawal bersama dan tulis opini Anda!
heleh glorifikasi..yg ngasih jabatan ke ahli serangga itu kan mbah bowo, sejak awal mbah bowo kan tau kompetensinya ga nyambung terus knp ditunjuk jadi kepala BGN? skrg begitu ahli serangga kena kasus dibikin narasi seolah pemerintah serius bersih-bersih. bersih-bersih apa cuci tangan?
copas dr mana lagi lu tong…
idola lu udah gak kompeten tauuuu
Halah justru idari iide mangjkreng MBG wowo itulah inti biang keroknya yang jadi sumber bencana malapetaka makan duit rakyat gila² an yang harus bubarkan.
Sesama hopeng dilarang saling menjegal. Yg dikorbankan ttp saja pion2 cacing cau, atasan mah ttp nyaman dikursinya. Hayo viralkan lg tread prabowo “yg bertanggung-jawab atas perbuatan anak buah itu atasan”.
kan mreka ni “keberlanjutan”..
jd “double kill effect”..
☝🏻✌🏻
waduuuuuuhhhh panjang banget nih tulisannya. Kasihan tuh si Aris Wijayantolol/af/Anonim Babi GuRun alias BabRun gerombolan TerMul dan TerWo gak bisa memahaminya‼️😜😂😝🤣
Mantap
SEPAKAT ulasan nya ttg :
GEROMBOLAN PARA > MALING BERKEDOK GIZI
wiwi dan wowo itu sama….sama2 maling uang rakyat