✍🏻Joko Intarto
Terjawab sudah pertanyaan besar ini: Mengapa BGN ngotot menunjuk SPPG sebagai penyedia paket makan bergizi gratis, ketimbang memberdayakan kantin yang sudah ada di sekolah-sekolah?
“Program MBG seharusnya dilakukan oleh yayasan-yayasan yang dibentuk untuk melayani setiap sekolah. Ternyata dilakukan oleh yayasan pengelola SPPG,” kata Jaksa dalam video resmi yang beredar tadi sore.
Sampai di situ, saya masih belum paham. Masalahnya di mana? Ternyata, SPPG-SPPG yang itu diduga kuat dimiliki atau terafiliasi dengan kepemilikan tiga pejabat BGN (Kepala BGN dan 2 Wakil Kepala BGN) yang sekarang berstatus tahanan Kejaksaan Agung itu.
Yang membagongkan, verifikasi melalui platform digital (website) diduga dijadikan “alat negosiasi” dalam rangka meloloskan atau menolak permintaan yayasan-yayasan calon pengelola SPPG itu. Ini sebenarnya jurus lawas: Jurus “Wani Piro”.
Jadi jelas sekarang. Mengapa BGN begitu mudah memberikan uang insentif Rp 6 juta per hari kepada SPPG. Bahkan SPPG yang distop sementara karena menimbulkan keracunan pada para siswa tetap mendapat insentif Rp 6 juta per hari.
Jancuuuuk…. Jancuuuuk!









Ternyata benar ya , MBG = Maling Berkedok Gizi….
Akhirnya terwujud harapan melihat mimik wajah maling botak gila sekarang yang kontras dengan foto² ter-bahak² sebelumnya.
af rasis sariawan ngetik aja males 🤣🤣
hei AF jancuk, asu. kayak gini program kebanggan junjunganmu yg kamu bela matia-matian
Benar sekali, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) adalah pihak yang membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengangkat Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN yang pertama. Jokowi melantik Dadan di Istana Negara Jakarta pada 19 Agustus 2024
“SILAKAN MINGGIR!” Prabowo Naik Pitam di Sentul, Bongkar Alasan Tendang Trio Eks Bos Badan Gizi: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri!
Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6), Prabowo blak-blakan membongkar alasan utama di balik keputusannya mendepak tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Di panggung bertajuk ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ itu, Prabowo menegaskan bahwa mencopot bawahan bukanlah hal mudah. Namun, demi nasib rakyat, ia memilih tidak berkompromi! Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo: “Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu.”
Berangkat dari berbagai laporan miring terkait kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan di tubuh BGN, Prabowo langsung mengambil tindakan radikal. Baginya, kehancuran sebuah lembaga selalu dimulai dari borok pimpinannya!
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegas Prabowo dengan nada tinggi dan penuh penekanan.
Sebagai panglima tertinggi, Prabowo mengirimkan sinyal perang terbuka bagi siapa pun yang berani menyentuh anggaran makan anak-anak sekolah. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian!” teriaknya membakar semangat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur MBG.
Tak sekadar gertakan sambal, peringatan keras Prabowo ini terbukti nyata. Belum genap 24 jam dicopot, kantor BGN langsung digeledah maraton oleh JAM Pidsus Kejagung. Trio eks pimpinan BGN tersebut kini resmi berbaju rompi pink, menyandang status tersangka korupsi tata kelola SPPG, dan dijebloskan ke sel tahanan!
Prabowo pun memberi ultimatum terakhir bagi seluruh jajaran baru dan pengawas lapangan: “Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir!”
Ketegasan Prabowo ini patut diacungi jempol! Menurut Anda, apakah langkah bersih-bersih ini bisa menyelamatkan program makan gratis dari cengkeraman tikus berdasi lainnya? Mari kawal bersama dan tulis opini Anda!
mbg ini adalah deal politik antara wiwi dan wowo…jadi dua2 nya sama saja…sama2 maling uang rakyat