
Respons ICW atas Pencopotan dan Penahanan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Rekan-rekan jurnalis berikut respons ICW:
1. Pencopotan dan penahanan kepala BGN merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang harus dihormati. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan independen.
2. Aparat penegak hukum harus menelusuri dugaan penyimpangan lain dalam proyek MBG. Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada dugaan tindak pidana yang saat ini sedang diusut, tetapi juga potensi penyimpangan lain termasuk konflik kepentingan dalam penunjukan mitra dan pengadaan barang dan jasa.
3. Aparat penegak hukum harus menelusuri para pihak yang patut diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran proyek MBG, tidak boleh hanya berhenti pada Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN.
4. Pemerintah harus membuka seluruh dokumen, kontrak, dan informasi terkait pelaksanaan proyek MBG kepada publik. Dokumen tersebut penting untuk dibuka untuk pengawasan publik dan memastikan tidak ada penyimpangan lainnya.
5. Pemerintah dan seluruh pihak harus menjamin tidak ada intervensi terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
6. Pencopotan Kepala BGN tidak menyelesaikan persoalan. Masalah MBG tidak hanya mengenai tata kelola, melainkan kebijakan yang dijadikan alat politik untuk memperkuat atau memperluas dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Mencopot Kepala BGN, terlebih lagi menggantinya dengan orang yang merupakan pendukung Prabowo dalam pilpres tidak akan menyelesaikan masalah MBG. Keputusan itu justru semakin mencerminkan langkah mengamankan kepentingan politik melalui kebijakan MBG.
7. MBG perlu dihentikan. Pemerintah harus menghentikan program MBG dibarengi dengan pembubaran BGN. Setelah itu, anggaran MBG harus segera dialokasikan ke kebijakan lain yang lebih bermanfaat bagi publik.
Demikian disampaikan kepada rekan-rekan wartawan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Indonesia Corruption Watch (ICW)
3 Juni 2025







guru2 honorer yg sdh lama tuh angkat
Benar sekali, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) adalah pihak yang membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengangkat Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN yang pertama. Jokowi melantik Dadan di Istana Negara Jakarta pada 19 Agustus 2024
“SILAKAN MINGGIR!” Prabowo Naik Pitam di Sentul, Bongkar Alasan Tendang Trio Eks Bos Badan Gizi: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri!
Kemarahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya meledak! Di hadapan ribuan peserta konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Rabu (3/6), Prabowo blak-blakan membongkar alasan utama di balik keputusannya mendepak tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Di panggung bertajuk ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ itu, Prabowo menegaskan bahwa mencopot bawahan bukanlah hal mudah. Namun, demi nasib rakyat, ia memilih tidak berkompromi! Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo: “Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu.”
Berangkat dari berbagai laporan miring terkait kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan di tubuh BGN, Prabowo langsung mengambil tindakan radikal. Baginya, kehancuran sebuah lembaga selalu dimulai dari borok pimpinannya!
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegas Prabowo dengan nada tinggi dan penuh penekanan.
Sebagai panglima tertinggi, Prabowo mengirimkan sinyal perang terbuka bagi siapa pun yang berani menyentuh anggaran makan anak-anak sekolah. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian!” teriaknya membakar semangat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur MBG.
Tak sekadar gertakan sambal, peringatan keras Prabowo ini terbukti nyata. Belum genap 24 jam dicopot, kantor BGN langsung digeledah maraton oleh JAM Pidsus Kejagung. Trio eks pimpinan BGN tersebut kini resmi berbaju rompi pink, menyandang status tersangka korupsi tata kelola SPPG, dan dijebloskan ke sel tahanan!
Prabowo pun memberi ultimatum terakhir bagi seluruh jajaran baru dan pengawas lapangan: “Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir!”
Ketegasan Prabowo ini patut diacungi jempol! Menurut Anda, apakah langkah bersih-bersih ini bisa menyelamatkan program makan gratis dari cengkeraman tikus berdasi lainnya? Mari kawal bersama dan tulis opini Anda!
wiwi dan wowo itu sama….sama2 maling uang rakyat