Film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale mencatat pencapaian luar biasa di platform digital.
Sejak resmi dirilis di YouTube pada 22 Mei 2026, film investigasi berdurasi 95 menit ini telah sukses menembus lebih dari 12 juta penayangan dalam waktu kurang dari dua pekan.

Fakta Seputar Meledaknya Penonton Pesta Babi
- Kanal Resmi: Film ini didistribusikan secara gratis melalui kanal YouTube [Redaksi JubiTV] dan didukung penuh oleh jaringan kolaborasi seperti Watchdoc Documentary, Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, serta Yayasan Bentala Pusaka.
- Pertumbuhan Kilat: Antusiasme publik langsung terlihat sejak hari pertama rilis, di mana film ini langsung meraup 2 juta penonton hanya dalam waktu 24 jam pertama.
- Fokus Isu: Sinema dokumenter ini menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN), deforestasi, serta perjuangan masyarakat adat di selatan Papua (suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu) yang ruang hidupnya terancam oleh industri bioenergi.
- Efek Kontroversi: Lonjakan penonton juga didorong oleh tingginya sorotan publik setelah film ini dilarang di beberapa lokasi nonton bareng, juga termasuk laporan ke Polda Metro Jaya.
Link resmi film: https://www.youtube.com/watch?v=MpdrWgDRVf8&t=16s






Kata mama Sinta (skenario yg bikin isilop acab) yg nonton hrs dipenjara … penjara lgs penuh dong?
tinggal nunggu berita Papua kyk sumatera di libas banjir dahsyat…
karna hutannya sdh habis
4%nya rakyat indonesia