Muka kau itu yang tidak konstruktif

By Andhika Gunawangsa

Ketika fakta tak bisa dibantah, yang diserang adalah hak orang untuk berbicara. Kritik Dino Patti Djalal dijawab dengan ceramah soal etika, bukan dengan data. Seolah-olah mantan pejabat harus pensiun akal dan nuraninya setelah turun jabatan. Itu jelas logika kerajaan, bukan demokrasi.

Tidak konstruktif.. tidak konstruktif ndas mu! muka kau itu yang tidak konstruktif bung rokhman…🙃

***

Kritik Dino Patti Djalal justru sangat konstruktif

Kritik utama mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terhadap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto berpusat pada tingginya frekuensi perjalanan dan besarnya anggaran yang dihabiskan. Dino Patti Djalal menyebutkan bahwa sejak dilantik, Presiden Prabowo menghabiskan 1 dari 6 hari masa jabatannya di luar negeri, sebuah angka yang dinilai tidak lazim dibandingkan dengan pemimpin negara lain.

Melalui pernyataan terbukanya, Dino Patti Djalal merangkum kritiknya ke dalam 5 poin saran efisiensi diplomasi berikut:

  • Gunakan Komunikasi Virtual: Memanfaatkan video call, Zoom, atau telepon untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia guna menghemat anggaran.
  • Terapkan ‘Formula 1+8’: Memprioritaskan kehadiran pada forum internasional multilateral agar dapat bertemu dengan banyak kepala negara sekaligus dalam satu agenda perjalanan.
  • Tingkatkan Perencanaan Terstruktur: Menyusun jadwal kunjungan luar negeri secara matang sejak jauh-jauh hari (jangka panjang) agar lebih transparan bagi publik dan tidak bersifat spontan.
  • Lebih Sering Terima Tamu Negara: Mengalihkan fokus diplomasi dalam satu tahun ke depan untuk menjamu para pemimpin dan delegasi asing di dalam negeri.
  • Delegasikan Tugas Taktis ke Menlu: Melimpahkan urusan diplomasi yang bersifat teknis dan taktis kepada Menteri Luar Negeri agar menekan pengeluaran negara.

Kritik ini didasari oleh keprihatinan terhadap kondisi domestik, di mana satu kali perjalanan luar negeri dinilai dapat memakan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah untuk kebutuhan protokoler, logistik, pengamanan, hingga tim pendahulu. Dino menekankan pentingnya bagi pemimpin negara untuk menunjukkan kepekaan terhadap suara masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. wkwkwkwk.. si Aris/af/Anonim Babi guRun alias BabRun gerombolan TerMul dan TerWo makin stress karena junjungan yang juga sesembahannya itu semakin terbuka kebobrokannya. Sampai Aris tak sanggup lagi untuk ikut menutupi kebobrokannya lewat komen TOLOLnya disini‼️🤣😜😂😝

  2. kalo dari die hardnya Wowo memang si Habiburokhman yg belum dapat jabatan executive…kadang2 kasian sama dia masih saja di DPR..
    nah mungkin dia ingin manfaatin momen ini biar masuk kabinetnya si gemoy

  3. Emang dari wajahnya aja udah ngeselin ini orang apalagi kalo nge-bacot, muke timpukan, terbukti kejadian pas baru nongol sok² an mau mediasi di demo revisi RUU Pilkada 2024.