Sudah pernah menyaksikan berbagai tindak kriminal, tapi baru hari ini melihat ada pelaku yang di lakban sampe siku. Mungkin saking gemasnya tim buser polisi yang nangkap.
Kelakuan laki-laki jahanam ini memang di luar ambang batas manusia berakal.
Ini bukan KDRT biasa. Kejadian pagi tadi di daerah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, hanya belasan kilometer dari kota Kendari, jalan yang mengarah ke bandara.
Penemuan jazad seorang ibu muda yang sudah kaku, terbaring tak bernyawa di atas kasur rumahnya, dengan kondisi mengenaskan. Sekujur tubuh lebam. Beberapa bagian tubuh patah. Ternyata sudah dua hari tiga malam tak bernyawa. Diperkirakan sudah wafat sejak Kamis malam. Baru ketahuan warga, Ahad pagi (31/5/2026).
Ke mana orang-orang di rumahnya?
Nah, ini yang miris dan ironis. Ternyata ada orang di rumah. Seorang bocah perempuan kecil yang terus menangis memeluk jenazah ibunya. Ibu Mertua yang hanya diam mematung, serta suami dajjal yang mondar-mandir dalam rumah, bingung gak tau harus berbuat apa setelah jadi algojo perenggut nyawa istrinya.
Menurut Neng, tetangga dekat dan juga sahabat si ibu yang sudah jadi jenazah ini, KDRT sudah berlangsung 6 bulan. Sudah jadi rahasia umum warga sekitar. Suara bak buk kerap terdengar.
Tetangga bukannya gak empati. Si ibu sudah sering diajak lari, malah pernah ada tetangga yang menyusup masuk rumah untuk evakuasi, tapi si ibu enggan mengikuti.
Entah terlalu patuh pada suami, kuatir keselamatan anak, atau ada pertimbangan lainnya, wallahualam. Yang pasti ia bersikeras memilih untuk bertahan.
Setiap ada kesalahan, meski sepele, si ibu pasti keluar rumah dengan penampakan mengenaskan. Jalan tertatih, tubuh lebam, bahkan kelopak mata nyaris tak bisa terbuka, saking parah bengkaknya.
Suami biadab ini seperti punya kelainan. Pernah juga istrinya disuruh keluar rumah keliling kompleks dengan hanya berkutang dan dalaman, sebagai sebuah hukuman atas kesalahan yang entah apa. Si istri pun manut saja.
Teranyar Kamis kemarin, istrinya disuruh beli galon. Karena sudah tak berdaya, pulang ke rumah, perempuan malang ini minta tolong seorang warga untuk bantu mengangkat galonnya.
Mengetahui hal tersebut, murkalah suaminya. Dadanya ditendang hingga tubuh kurusnya terlempar, rusuk patah, rahang bergeser.
Tak cukup puas dengan kelakuan setan tersebut, konon masih menurut Neng, istrinya diseret ke kamar mandi, diinjak-injak hingga patah kaki dan kemungkinan juga patah tangan.
Diduga organ dalam tubuh juga ikut hancur. Tak kuasa menahan perih, diperkirakan istri yang nahas ini sudah menghembuskan nafas terakhir.
Dikira cuma pingsan, dipindahkan ke kasur. Ternyata tak bergerak hingga polisi pun menjemput di Ahad pagi. Itu artinya, mereka sekeluarga sudah tidur bersama mayit selama tiga malam.
Kini, laki-laki yang bikin minder syaiton ini sudah dilakban polisi, mau gak mau harus siap mempertanggungjawabkan jiwa Lucifer yang bersemayam dalam dirinya.
Harusnya sih, emaknya juga digelandang ke polsek setempat, karena ada unsur pembiaran pada kelakuan anaknya, dan diam-diam bae tiga malam bersama jenazah mantunya.
Tinggalah bocah mungil 2 tahun berparas manis yang kini trauma berat dan terindikasi gangguan psikis.
Untuk klean perempuan-perempuan di luar sana..
Jika suamimu menyiksamu, kemasi barang-barang dan pakaianmu. Kembalilah ke dekapan hangat ayah atau bundamu.
(dari fb Arham Rasyid)







Padahal lebih baik kabur jadi gelandangan di jalanan daripada di siksa suaminya sampai mati .
kalo di Saudi udah terbang kepalanya