ILMA SANI Alumni UGM MELAWAN:
SAAT PEREMPUAN Hadir dan Berdiri Tegak Diantara Kekuasaan dan Ketakutan Menghantui Publik
Di negeri yang sering lebih cepat membela nama besar daripada mendengar jeritan korban, seorang perempuan bernama ILMA SANI memilih tidak berhenti diam dan tergerak hati dan raganya.
Ia tidak datang membawa kekuasaan dan terafiliasi pemodal.
Tidak membawa backing pejabat atau anggota dewan.
Tidak membawa pasukan dan senjata.
Ia hanya membawa keberanian, luka, dan keyakinan bahwa kebenaran tidak boleh terus diinjak oleh tekanan dan intimidasi.
Keputusan ILMA SANI sosok alumni UGM ini untuk melawan menjadi sorotan publik setelah ajakan pengawalan proses hukum di Polda Metro Jaya tersebar luas di media sosial. Banyak pihak menilai, keberanian berbicara di tengah tekanan bukan perkara mudah, apalagi ketika harus menghadapi nama besar, pengaruh, dan massa pendukung yang siap menyerang balik.
Tetapi sejarah selalu punya satu pola: yang paling keras menyerang sering kali bukan karena paling benar — melainkan karena takut kebenaran terbongkar.
Publik kini mulai mempertanyakan: kenapa korban sering dipaksa diam? Kenapa orang yang bersuara justru dihujat? Dan kenapa tekanan sosial lebih ganas kepada pihak yang mencari keadilan?
Narasi dukungan terhadap ILMA SANI pun terus bermunculan. Banyak masyarakat menilai kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan tenggelam oleh tekanan opini, intimidasi, ataupun permainan kekuasaan.
“Kalau hari ini publik diam, besok siapa pun bisa menjadi korban berikutnya,” tulis salah satu dukungan yang viral di media sosial.
Masyarakat pun diajak hadir dan mengawal langsung proses hukum agar aparat bekerja profesional, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun.
ILMA SANI akan menjalani klarifikasi di Polda Metro Jaya. Karenanya Kami meminta dan memohon dukungan untuk dapat hadir dan datang dalam acara penggalangan dukungan moral dan mental untuk ILMA SANI. Save ILMA SANI, lenyappkan Premanisme.
Adapun Agenda pengawalan akan berlangsung di:
📍 Polda Metro Jaya
📅 Selasa, 2 Juni 2026
🕙 Pukul 10.00–11.00 WIB
Bagi banyak orang, ini bukan lagi sekadar perkara pribadi.
Ini pertarungan antara keberanian melawan rasa takut.
Antara suara korban melawan budaya bungkam.
Dan antara kebenaran melawan kuasa yang merasa tidak bisa disentuh.
Karena ketika seseorang memilih melawan sendirian, lalu publik ikut berdiri di belakangnya — saat itulah ketakutan mulai kehilangan kekuatannya.
Terima kasih kepada LBH AP PP Muhammadiyah dan Aliansi Ormas Islam di bawah Komanfo Mas Gufroni yang sudah setia memberikan advokasi dan dukung penuh dalam proses dan pendamping hukum yang sedang dijalankan ILMA SANI.
JAKARTA,29 Mei 2029
HERU SUBAGIA
Jubir Keluarga dan Tim Nonligitasi Keluarga Ahmad Bahar







smg lancar dan di ridhoi oleh Allah Subhana wa ta’ala