Anies Baswedan menjadi pembicara di acara diskusi bersama Harvard Indonesian Student Association, Association of Indonesian Students at MIT, dan Harvard Kennedy School Southeast Asia Caucus, di MIT Building, Cambridge, Massachusetts Boston AS, pada 26 Mei 2026.
Usai acara diskusi, Pak Anies mendapat sapaan dari desainer pencipta font Plus Jakarta yang digunakan Anies dalam branding kota Jakarta sewaktu menjabat Gubernur.
Tanggapan Anies luar biasa, yang intinya bagaimana tata kelola pemerintahan itu harus melibatkan para ahli di bidangnya (contoh dalam hal ini bagaimana Anies melibatkan desainer font saat melakukan branding kota Jakarta), karena keputusan atau kebijakan yang benar itu harus didasarkan pada ilmu dan data, bukan selera penguasa.
Ada netizen yang komentar “Orang sepintar ini, kok bisa ga jadi presiden”.
Lalu ada yang nimpalin “kurang gemoy Pak”, makanya kalah.
“Rakyat blom butuh orang pinter, butuhnya bansos n joget. Mau ngarepin apalagi? Ya sudah. Tuhan selamatkan dia. Kita yg dapet pragib dan kebijakan2 blangsaknya. Lumayan. Surga jalur WNI,” timpal yang lain.
[VIDEO]







keren mas Anies beritanya positif terus gak kayak si Ono 😂😂😂😂
kalo di kasih mic blunder mulu 😂😂😂
Kata si SUPER DUPER GUOBLOK Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut alias si af alias si Anonim Babi guRun alias BabRun: “alaaahhh kadrun senengnya sama imigran Yaman. Lagian si Nis selama jadi Gubernur nggak ada prestasinya kok. Lihat tuh junjungan sekaligus sesembahan ku si mbah Gemoy Wowo, dia hebat menjadi penengah dalam konflik Timur Tengah dg masuk sebagai anggota BoP bersama USA dan IsraHell, hebat kan⁉️🤣😝😂😜
Netizen cerdas: “Bhuahahahaha…huahahahaha JLEBBBB, TerMul dan TerWo itu memang TOLOL semua‼️
Sehat selalu pak Anies .. semoga beliau didukung & diberi kesempatan untuk bertarung di 2029
Biasanya muncul komen sentimen sarkas dan rasis.
kalau di wakanda nonis atau nonpri apa bisa jd pemimpin?
kalau ada yg mengatakan keturunan arab di Indonesia bukan pribumi, berarti dia buta sejarah. di era presiden pertama sudah diputuskan bahwa keturunan arab digolongkan pribumi