Bu Naniek S Deyang, Wakil Kepala BGN dan Komisaris Pertamina itu, beberapa waktu lalu bikin statement:
“Harga nasi Padang langganan saya tidak ada perubahan. Dimananya harga-harga naik itu terjadi? Semua harga tetap dan terkendali kok.”
Dear Bu Naniek
Sebagai penjual takoyaki yang sudah 10 tahun berjualan, izinkan saya bercerita.
Awal jualan, Januari 2016, saya jual takoyaki saya dengan harga 10 ribu/porsi, dengan harga bahan baku sbb :
✅ Katsuobushi : 140 ribu/500 gram
✅ Telur : 28 ribu/30 butir
✅ Terigu : 8 ribu
✅ Daun Bawang : 16-18 ribu/kg
✅ Margarin : 4.500
✅ Minyak goreng : 21 ribu/2 liter
Masuk tahun 2022, saya terpaksa harus menyesuaikan harga, karena semua bahan baku naik, jadi 12 ribu/porsi.
Di tahun 2026, harga2 bahan baku sudah ganti harga. Jauh melesat.
✅ Katsuobushi : 275 ribu
✅ Telur : 55-60 ribu
✅ Terigu : 15 ribu
✅ Daun Bawang : 30-40 ribu/kg
✅ Margarin : 11 ribu
✅ Minyak goreng : 48 ribu
Dengan bahan segitu melambungnya, saya tetap jual takoyaki saya dengan harga 12 ribu
Bukan karena harga bahan tidak naik, tapi supaya pelanggan saya tidak kehilangan daya belinya..
Dan keputusan ini juga dilakukan nyaris semua penjual makanan dengan segmentasi pasar menengah ke bawah.
Termasuk Warung Padang langganan Bu Naniek
Makanya Nasi Padang langganan Ibu, harganya tetap.
Tapi meskipun udah dibelain ga naikkan hargapun, omset tetap terjun bebas.
Jadi..
Omongan ibu yang bilang kita baik-baik saja, itu tidak Fantash !!!
(Al Fatin)







