Anies bela Dino Patti Djalal, sentil Teddy? Kalimat penutupnya Makjleb!

Kritik dan masukan Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang terlalu sering, sepertinya membuat panas Istana.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membalas kritik Dino Patti Djalal dengan menyinggung masa jabatan Dino yang pernah menjabat Wakil Menlu cuma 3 bulan di era Presiden SBY.

“Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” kata Teddy dalam video resmi yang dirilis Senin (1/6/2026).

Sebagai catatan, Dino Patti Djalal menjabat Wakil Menteri Luar Negeri pada akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Juli hingga Oktober 2014.

Sentilan Teddy ini secara tidak langsung ditanggapi Anies Baswedan di akun media sosial X.

Anies mengulas sosok Dino Patti Djalal yang merupakan diplomat dengan rekam jejak yang tidak diragukan.

“Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” ujar Anies seakan menyinggung karir Teddy yang cuma karbitan, karbitan kenaikan pangkatnya dan karbitan jadi pejabat cuma modal kedekatan dengan Presiden.

Berikut selengkapnya cuitan Anies Baswedan:

“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.

Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.

Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.

Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. wkwkwkwk…gak sadar diri tuh, ngaca‼️
    Bagaimana dg Pangkat lu, apa juga karbitan⁉️ 😝😂😜🤣

  2. Yang pasti Dino Patti Djalal bukan yang naek jabatan tanpa ETIKA (menabrak aturan) karena Jadi ajudan jadi2 ann, dan bukan laki jadi2 an yg KELAKUAN MIRIP EMAK2 lagi PMS

  3. ini justru luar biasa,.dino cuma jabat tiga bulan,.tapi namanya banyak dikenal orang Indonesia.cukuo dikenal,. menurut saya pak dino lebih besar dari itu..

  4. Wah.. Wah.. Mas Anies.. Mas Anies..
    Jangan gitu donk, Ibu Negara bakalan TANTRUMAN 7 hari 7 malam nih, saya bakalan susah ‘Minta Jatah’
    Sekali lagi “HIDOOPP JOKOWEEE..!!!”