Secara tersirat diakui Jokowi hubungan dengan Prabowo renggang

Diakui Jokowi—malah dengan sedikit memelas—ia jarang—mungkin tak pernah lagi—berbicara dengan Prabowo. Bertemu sering, tapi tidak berbicara. Begitulah. Maksudnya, bertemu sering tatap muka seperti dalam acara-acara resmi atau kondangan, tapi tidak lagi berbicara dari hati ke hati seperti dulu.

Ini disampaikan Jokowi terus-terang di hadapan kru Bocor Alus Tempo, yang beberapa hari lalu bertandang ke rumah Jokowi, di Solo, dan semalam, videonya sudah tayang di YouTube Bocor Alus Politik Tempo.

Tapi, saat dikejar oleh kru Bocor Alus Politik Tempo tentang bagaimana hubungannya dengan Prabowo yang sebenarnya, Jokowi berusaha menghindar. Agaknya Jokowi mulai sadar, apa yang sebenarnya ingin dikejar oleh Bocor Alus Politik Tempo. Jokowi langsung bisa “ngeles” seperti biasanya.

“Mungkin Pak Prabowo sibuk, saya pun juga sibuk. Meski pensiunan seperti saat ini, saya ini juga sibuk lo,” kata Jokowi sambil tertawa seperti gaya khasnya di hadapan kru Bocor Alus Politik Tempo.

Bahkan, sampai dua kali kru Bocor Alus Politik Tempo mengejar jawaban Jokowi yang agak pasti terkait hubungannya dengan Prabowo. Tapi Jokowi bisa dengan mudah menghindar dan mempertahankan jawaban sibuk itu sebagai jawaban pasti dari dirinya.

Dengan kata lain, rumor bahwa hubungan Jokowi dan Prabowo itu renggang, bukanlah isapan jempol belaka. Jokowi berkali-kali ingin bertemu empat mata dengan Prabowo, tapi ditolak pihak Prabowo, bisa jadi ada benarnya juga. Pengakuan Jokowi membuktikan itu.

Kru Bocor Alus Tempo agaknya ingin sekali ada kritikan yang agak keras dari Jokowi terkait Prabowo dan Pemerintahannya. Tapi boleh dibilang keinginan itu tak berhasil atau menerpa ruang hampa. Jokowi selalu bisa menghindar dan menjawab secara normatif layaknya orang yang sudah tak berkuasa lagi. Kendati dianggap banyak orang masih berkuasa.

Tapi, mungkin, itulah strategi seorang Jokowi. Sebab, semua pertanyaan yang ditanyakan Kru Bocor Alus Tempo, sebelumnya sudah terlebih dulu disampaikan kepada Jokowi sebelum bertemu. Artinya, secara umum Jokowi sudah tahu bagaimana cara menjawab semua pertanyaan Kru Bocor Alus Tempo itu, lengkap dengan gesturnya sekalian.

Persis seperti ceramah Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, di samping Jokowi, yang berbicara kemungkinan Pemilu 2029 bisa lebih cepat seperti Pemilu 1997 ke Pemilu 1999, seperti video yang beredar luas itu. Respon Jokowi boleh dibilang juga terukur, seperti saat diwawancarai Kru Bocor Alus Tempo. Kendati akhirnya, Budi Arie justru meminta maaf dengan beredarnya video itu.

Kenapa setelah beredar video ceramah Budi Arie di samping Jokowi itu, lalu tayang pula wawancara eksklusif Jokowi dan Kru Bocor Alus Tempo? Apakah itu suatu kebetulan saja atau sebuah skenario yang memang sengaja diatur? Ada yang tahu alasannya? Jokowi memang belum akan beristirahat dalam politik. Beristirahat saja belum, apalagi berhenti.

(ERIZAL) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar