Gara-gara asbun Teddy

Lah gara-gara dia ngomong begini aku jadi kepikiran. Jadi kan biaya kunjungan Presiden ke luar negeri ditanggung anggaran negara. Tapi ada anggaran yang melewati tanggungan negara dan itu dibayar pake uang Pribadinya Presiden.

Aku menduga kalau biayanya melewati anggaran berarti selama di luar negeri Presiden bermewah-mewahan dong. Kalau nggak bermewah-mewahan kan harusnya nggak sampe melebihi anggaran.

Jadi pertanyaan juga ngapain bermewah-mewahan di luar negeri? Mau kunjungan negara atau mau liburan?

Jadi Ngapain aja sampai kelebihan biaya? bukanya udah dirinci di awal kunjungan kesini anggaranya sekian, buat ini buat ini buat itu, ditambah lu bilang rombonganya lebih sedikit, terus kenapa malah nombok? aneh.

(Daniel Hananya Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Thank you for sharing your insights on Teddy’s story in Gara-gara asbun Teddy. I found the exploration of cultural nuances particularly compelling. It’s fascinating how narratives can reflect broader societal implications. It would be interesting to see more connections drawn between storytelling and modern platforms like space waves, where immersive experiences also convey important messages. Keep up the great work!

  2. Maksudnya yg pake duit pribadi itu biaya romantisme atau biaya kemesraan pribadi…Tapi bentuk romantismenya rahasia, loh, Jeng…Yuuk.