Said Didu koreksi pernyataan Seskab Teddy

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menanggapi pwernyataan Seskab Indra Wijaya:

Ada 2 (dua) hal menarik dari penjelasan Seskab bahwa kelebihan anggaran perjalanan Bpk Presiden Prabowo ke LN ditanggung secara pribadi oleh Presiden:

1) sesuai dengan ketentuan perundangan bahwa biaya pejabat negara terhadap tugas negara harus bersumber dari APBN – tidak boleh dibiayai dari luar APBN. Ini penting agar pejabat tidak “berkreasi” kegiatan lain diluar tugas negara.

2) dalam APBN, total biaya operasional presiden diberikan dalam bentuk total anggaran setahun (lumpsump) – bukan per kegiatan. Jika Seskab menyatakan bahwa kekurangan anggaran APBN ditanggung oleh Presiden secara pribadi, apakah artinya dana operasional Presiden selaman 2026 sudah habis (padahal masih masuk Juni) ?

Semoga jelas bagi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. yaa habis la walau masih 5 bulan… orang Plesiran terus tiada henti

    gimana gak habis… kamar aja sampe 27… belum makan.

    diluar negeri musti pake mercy Maybach… kalo gak ada gak mau

    dasar penculik

  2. Sesuai kapasitas nya semua diatur dia, aki² pikun tinggal manut aja, peduli setan meski banyak yang curiga ; ngapain bulak balik ke Paris sampai sewa 27 room super mahal, apalagi pas foto² ultah ga ada perempuannya sama sekali.