IRAN YANG MENGENDALIKAN

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sepihak, setelah Iran memutuskan tidak mau datang ke Pakistan untuk bernegosiasi.

Perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Trump tanpa ada menyebut batas waktu. Trump mencari alasan bahwa perpanjangan ceasefire atas permintaan Pakistan. Padahal itu bohong.

Perpanjangan gencatan senjata sepihak karena Iran konsisten tidak mau berunding dibawah tekanan. Dan Iran membuktikan berani tidak mau datang ke Pakistan sampai tenggat waktu gencatan senjata berkahir.

Ketidakhadiran Iran ke Pakistan mengkonfirmasi secara politik bahwa Iran saat ini mengendalikan situasi di lapangan. Memaksa Trump memperpanjang ceasefire secara tidak jelas. Karena AS takut menyerang Iran kembali setelah masa gencatan senjata berakhir.

Iran sendiri konsisten tidak peduli dengan ancaman Trump dan tenggat waktu yang diberikan AS, Iran menolak ke Pakistan selama Trump memakai bahasa ancaman dan menganggap Iran akan tunduk dengan ancaman itu.

Muka Trump saat ini menahan malu, ketidakhadiran Iran ke Pakistan memaksa JD Vance, Witkoff, dan Kushner membatalkan keberangkatan ke Islamabad yang sudah direncanakan secara matang.

Iran setelah memutuskan tidak mau hadir ke Pakistan, justru memamerkan balistik di alun alun kota di tengah masyarakat. memberikan pesan yang jelas ke AS: kami tidak mau tunduk, kalau AS mau menyerang Iran lagi, akan dijawab dengan balistik Khorramshar.

Iran melecehkan gedung putih dan menampar muka Trump, satu satunya negara yang berani bilang tidak ke AS bahkan dibawah ancaman. Satu satunya negara yang berani melawan walaupun diancam serangan lanjutan.

Keberanian Iran menunjukkan siapa yang menang di lapangan, siapa yang terus teriak teriak menang di media sosial. Iran tidak banyak bicara tapi terus membuktikan keberanian melawan AS dan Israel, baik di meja runding atau di medan perang.

Iran tidak bohong ketika mengatakan tidak takut kepada AS, dibuktikan dengan nyata di lapangan. Iran tidak bohong dengan retorika bahwa akan membalas serangan AS, Iran buktikan dengan ribuan balistik yang sudah menghantam Israel dan aset AS di seluruh timur tengah selama 40 hari kemarin.

Dengan menolak hadir ke Pakistan, Iran membawa pesan yang jelas, kesiapan perang panjang, dan menolak tunduk, kesiapan balistik ketimbang retorika, dan kesiapan pengeboman kembali daripada main opini dan media.

Tengku Zulkifli Usman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

    1. 13 biji, itu kan kata media AS, paling bisa deh.
      AS pernah ngakuin gak kalo drone yg hilang di teluk Persia itu di hijack oleh Iran? gak bakalan…malu

  1. Negara jika dipimpin oleh orang yg berdedikasi, cerdas dan dipilih berdasarkan merit sistem ya dia tdk takut dg negara manapun, amrik sekalipun. Padahal Iran itu sdh diembargo secara ekonomi dan politik lbh dr 40 tahun, ttp mereka sekarang kedudukannya lbh tinggi dr amrik. Bandingkan dg konoha yg sdh 80 tahun merdeka, malah berlindung di ketiak amrik, pake disuruh bayar iuran BoP pula … cuma pemimpin yg gobloknya super yg bertindak demikian …