Luar Biasa:
Imarah Islam Afghanistan mengirimkan 530 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Imarah Islam Afghanistan (Emirat Islam Afghanistan), meski masih menghadapi isolasi internasional dan blokade ekonomi yang signifikan, tapi tidak menghalanginya untuk peduli Palestina.
Pemerintah Imarah Islam Afghanistan resmi mengirimkan 530 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang tiba melalui perbatasan Rafah, Mesir, pada Kamis 16 April 2026.
Bantuan tersebut, yang diangkut oleh 42 truk dari Mesir, bernilai sekitar $500.000 dan mencakup makanan, pakaian, dan perlengkapan kemanusiaan lainnya.

Berikut adalah rincian bantuan tersebut:
- Komposisi Bantuan: Mencakup bahan pangan, pakaian, serta kebutuhan pokok lainnya.
- Nilai & Logistik: Bantuan senilai sekitar $500.000 (sekitar Rp8,6 miliar) ini diangkut menggunakan 42 truk.
- Target Penerima: Diperkirakan bantuan ini akan didistribusikan kepada sekitar 22.000 keluarga di Gaza yang terdampak konflik.
- Mekanisme Pengadaan: Barang-barang tersebut disiapkan dan dibeli langsung oleh delegasi resmi pemerintah Afghanistan yang berada di Mesir.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata Imarah Islam Afghanistan terhadap rakyat Palestina, sekaligus menyerukan penghentian kekerasan melalui gencatan senjata yang serius. Meskipun kondisi ekonomi domestik Afghanistan sendiri sedang menghadapi tantangan besar, pengiriman ini menjadi sorotan internasional sebagai aksi solidaritas kemanusiaan.
Menurut keterangan resmi Kementerian Informasi IIA, seperti dilansir TRT World (16/4), bantuan tersebut terdiri dari bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya dengan nilai sekitar 500 ribu dolar AS. Bantuan ini dipersiapkan oleh delegasi IIA di Mesir sebelum akhirnya dikirim ke Gaza untuk didistribusikan kepada sekitar 22.000 keluarga.
Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari komitmen Afghanistan dalam mendukung rakyat Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang disebut masih kritis. Jalur distribusi dilakukan melalui perlintasan Rafah, yang menjadi pintu utama masuknya bantuan internasional ke Gaza.
Pemerintah IIA juga menegaskan sikap politiknya terkait konflik Palestina. Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa penyelesaian konflik harus mengacu pada hak-hak sah rakyat Palestina dan fakta sejarah yang diakui secara internasional.
Seorang juru bicara pemerintah IIA menyatakan, “Kami menegaskan posisi tegas kami bahwa isu Palestina harus diselesaikan sesuai hak-hak sah rakyat Palestina.”
Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kemanusiaan di Gaza yang masih memprihatinkan. Laporan berbagai lembaga internasional menyebut pasokan bantuan yang masuk masih jauh dari cukup, sementara kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal terus meningkat akibat konflik yang belum mereda.
Pengiriman bantuan ini juga mencerminkan hubungan historis Afghanistan yang sejak lama menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun pernyataan politik di forum internasional.
[VIDEO]






