Puaaaasss!

Puas & Tidak Puas

Kalau ditanya seluruh Indonesia, apakah mereka puas dengan pemerintah, maka jawabannya 80% lebih akan bilang: “Puaaaasss!”

Dan itu tidak peduli siapa pemerintahnya, rakyat akan tetap jawab, “Puaaaasss!” Mau siapapun Presidennya, bahkan anak SMA pun ditaruh di sana, PUUUAAS! Itulah realitasnya, sejak Indonesia mulai memilih presiden secara langsung, 2004.

Apa sih yang sebenarnya terjadi? Rendahnya literasi politik penduduk. Tambahkan, rakyat kita itu memang senantiasa mudah menerima, mudah melupakan. Tambahkan lagi, penduduk kita memang terbiasa memuliakan, membungkuk-bungkuk di depan pemimpinnya. Itu tuh fakta.

Dalam situasi begini, susah sekali menumbuhkan rakyat yang kritis terhadap pemimpinnya. Di medsos, memang hingar-bingar celoteh kritikan ke pemerintah, tapi itu tuh paling hanya 20% saja penduduk Indonesia. Sisanya? Mayoritas mereka bahkan tidak peduli dengan berita hari ini.

Saya tidak akan lelah mengedukasi banyak orang. Tapi jika kalian betul-betul berharap Indonesia ini maju, mengalami perubahan signifikan, sudah saatnya kita fokus mengedukasi soal ini. Naikkan persentase penduduk yang kritis, jadi 50% saja, situasi bisa berubah.

Mulailah dari hal sederhana: apa sih yg disebut rakyat sejahtera itu?

Kita tuh kadang tertipu sekali soal ini. Semua rakyat Indonesia BERHAK sejahtera! Titik final. Dari Sabang sampai Merauke, mereka berhak punya gaji 10-20 juta sebulan. Mereka berhak bisa menikmati gaji tinggi.

Tapi berpuluh tahun, realitasnya sangat terbalik. Yang menikmati penghasilan tinggi itu adalah elit-elit negeri. Ada 120.000 lebih penduduk Indonesia dengan rekening tabungan 5 miliar. Sisanya yg mayoritas boro-boro punya tabungan.

Kalian semua BERHAK sejahtera!

Duh Rabbi, itulah gunanya kita merdeka dan punya negara.

Kalian semua BERHAK sejahtera di negeri ini.

Dan itu adalah tugas pemerintah.

Berhentilah memuja-muja pemimpin, mulailah tagih:

“Pak, Ibu, kapan kami punya gaji 10-20 juta sebulan. Bapak, Ibu tidak bisa memenuhinya, 2029 saya milih yg lain.”

Kalianlah pemilik mutlak negeri ini.

Bukan keluarga-keluarga elit yang tiap hari menipu kalian dengan pencitraan proyek-proyek memperkaya teman-temannya, kelompoknya saja.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

    1. wkwkwkwk kasihaaannn deh lu pengangguran jadi buzzer nya pemerintah zalim. af…af…dasar gerombolan Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI‼️🤣😝😂😜

    2. kata goblok jasi kaya pujian klao kiat orang kaya elu ini, kondisi negara morat – marit, masih aja disepong itu pemerintah

      beneran ini kata wowo “2030 Indonesia Hilang”

  1. Masalahnya para termul & terwo ini punya IQ super jongkok, setara idiot, meski sdh tahu janjinya tidak akan terpenuhi, giliran yg lain tagih janji, mereka malah bilang memangnya dulu milih si wowo? Dan seabrek pembelaan yg lain … jadi pemimpin & pendukungnya sama2 tolol, pemimpinnya ngeles bajaj dg menuduh pengkritiknya sbg antek asing, pendukungnya mbelain mati2an pake jurus dulu nggak nyoblos dan memang gampang jadi pemimpin? Koplak kuadrat!!!

  2. si af rasis pernah gak tanya emaknya : Mak gimana harga2 barang sembako dipasar?
    duit 100 rb dapet apa aja Mak…

  3. saya sudah antipati (tdk percaya) lagi siapapun orangnya yang didukung & disokong oleh sistem oligarki kapitalis.. Mrk² yg terpilih dijadikan alat transaksional yg merugikan rakyat mayoritas..

    masih percaya dgn sistem kapitalis?.. Coba ganti dgn yang lebih baik & merata keadilan buat kesejanteraan ekonominya dgn sistem Islam!

    Sistem Islam insya Allah kesehteraannya akan melebihi iran.. Klo iran saja yang masih dlm masa transisi udah cukup bertahan & bisa pukul balik ekonomi musuhnya.. Apalagi klo benar² direalisasikan secara formal..

    Butuh kesungguhan dari semua pihak, terutama para pejabat yang memiliki kebijakan!

  4. SEPAKAT TERE
    YG BILANG PUAS yg dapet jatah proyek,
    yg berpendidikan, berakal, bernurani & pintar, pasti aka KRITIK PEMERINTAHAN saat ini
    KORUPSI & APH PREMAN dan kebejatan serta kebuajingan yg di perlihatkan secara telanjang sama PARA PENGELOLA NEGARA