Kontroversi Ustadz Khalid Basalamah

Hari ini nama UKB (Ustadz Khalid Basalamah) lagi ramai disorot dari banyak arah, mulai dari isi ceramah, narasi sejarah, sikap geopolitik, sampai urusan muamalah di kasus travel haji.

Dan kalau mau jujur, sebagian kritik itu memang ada dasarnya. Ada pernyataan yang terlalu prematur untuk isu sebesar itu, ada juga klaim yang mestinya nggak disampaikan tanpa pijakan yang presisi. Yang akhirnya menjadi senjata “lawan” untuk menjatuhkan.

Tapi di sisi lain, faktanya, nggak semua kritikan yang beredar itu murni koreksi. Sebagian sudah berubah jadi “serangan rame-rame”. Satu celah ditarik ke mana-mana, lalu digabung jadi satu kesimpulan untuk menjatuhkan, sepertinya ada misi besar dari target UKB ini.

Sikap di media sosial:

Ada yang membela mati-matian seolah nggak ada yang salah, ini jelas keliru. Karena kalau yang salah nggak pernah diakui, ya nggak akan pernah diperbaiki.

Tapi ada juga yang seperti nemu momen “balas dendam” dan pengalihan isu. Semua dibongkar, bahkan yang belum jelas pun ikut dilempar, dalam kasus Korupsi kuota haji statusnya sebagai saksi namun arahnya sudah seolah pelaku utama. Ini juga bukan sikap yang jujur, jelas terasa ada “misi terselubung” dari narasi ini.

Tapi menurut saya apapun motifnya, ada pelajaran yang perlu kita sama-sama petik:

– Dalam urusan ilmu dan ceramah, juga menulis, ini jadi pengingat, ngomong soal sejarah, konflik, atau kelompok itu nggak bisa asal “pernah dengar” atau “sesuai keyakinan kita”, upayakan informasi itu sepresisi mungkin, siap diuji dan dipertanggungjawabkan.

– Dalam urusan muamalah, yang tentunya kita juga orang yang sangat perlu mengkoreksi diri sendiri. Kadang masalah itu bukan soal niat jahat, tapi kurangnya kehati-hatian, dan terlalu berani berspekulasi, di level kecil, kita pun bisa kepleset di titik yang sama.

Intinya ini menjadi pelajaran kita bersama, bukan soal counter narasi.

(Kang Irvan Noviandana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. inikan perseteruan wahabi vs syiah, tapi setelah difikir2 kayaknya rakyat indonesia semakin cerdas dan berfikir syiah oke kok, saya lebih sudi syiah berkembang dan mayoritas di indonesia daripada wahabi, pasti maju dan makmur