✍🏻Ruby Kay
Selasa, 21 april 2026, Jusuf Kalla mengumpulkan tokoh agama, pelaku sejarah dan para saksi perundingan damai konflik Poso dan Ambon di Jakarta.
Apa yang dilakukan JK itu untuk mengklarifikasi ceramahnya di UGM yang dipelintir oleh Ade Armando dan Permadi Arya di media sosial. JK sepertinya sudah geram dengan kelakuan para cecunguk penjilat kaki penguasa yang menebar fitnah, gak tau fakta sejarah. Maka dari itu ia mengumpulkan para saksi hidup yang merasa dan melihat langsung betapa ngerinya sebuah konflik horisontal yang pernah terjadi di Indonesia.
Bagi yang belum mengetahui rekam jejak JK, silahkan tanya AI, tanya Chat GPT, tanya mbah Google. Ada ribuan artikel yang menjelaskan peran JK sebagai juru damai dalam konflik di Aceh, Ambon dan Poso.
JK sudah lebih dulu bekerja agar Republik ini tidak larut dalam konflik berdarah jauh sebelum muncul makhluk-makhluk jahanam macam Ade Armando dan Permadi Arya.
JK menginisiasi perjanjian Malino I dan Malino II supaya pihak yang bertikai di Ambon dan Poso tidak terus-terusan baku hantam.
28 Oktober 2008, Hasan Tiro datang ke Jakarta lalu mengadakan pertemuan di kediaman resmi wakil Presiden RI. Tokoh tertinggi GAM itu hadir semata-mata untuk menghormati undangan JK. Jika bukan JK yang mengundang, kemungkinan besar Hasan Tiro gak akan mau menginjakkkan kakinya di Jakarta.
SBY sebagai Presiden mempercayakan penuh penyelesaian konflik separatis di Aceh kepada JK. Setelah ditandatanganinya perjanjian Helsinski antara pemerintah RI dan GAM, alhamdulillah konflik di Aceh berangsur-angsur surut. Aceh hingga kini tetap menjadi bagian dari NKRI.
Semua yang gue ungkap diatas adalah FAKTA. Rekam jejak digitalnya bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencari Google. Testimoni dari banyak petinggi GAM, ulama, pendeta, pastor di Poso dan Ambon, mengakui peran strategis JK dalam menyelesaikan konflik.
Ujug-ujug Ade Armando, Permadi Arya dan sebagian netizen kelas teri di media sosial yang belum tau bagaimana sulitnya mendamaikan dua kubu yang saling baku bunuh, menuduh JK sebagai provokator. Literasi lu berarti masih sangat rendah, tapi sudah berlagak menjadi pihak yang merasa dirinya paling toleran.
Memisahkan dua ekor anjing yang sedang berkelahi aja belum tentu situ berani. Tapi anehnya, ada saja pihak yang menuduh JK provokator, pengkhianat bangsa, tukang adu domba dan lain sebagainya.
Padahal orang yang kalian tuduh itu adalah orang yang langsung terjun kelapangan tatkala eskalasi konflik di Ambon dan Poso sedang panas-panasnya. (fb)
***
Syaiful Bangsay Rahman:
“Aneh sekali ade armando, permadi arya, dan para buzzer kok masih aman..”
Ruby Kay:
“abu janda itu anjing peliharaan dasco. Ya aman bro”







