Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah merogoh US$ 61 Miliar atau setara Rp 1.055 Triliun (Rp 1,055 Kuadraliun) untuk biaya operasi militer selama perang terhadap Iran. Angka fantastis ini mengacu pada data pemantau real-time Iran War Cost Tracker yang terus memperbarui perhitungan biaya perang secara berkala.
Dikutip Antara, Sabtu (25/4/2026), Iran War Cost Tracker menghitung total pengeluaran berdasarkan berbagai komponen, mulai dari biaya personel militer, pengerahan kapal perang ke kawasan konflik, hingga pengeluaran operasional lainnya yang berkaitan dengan misi militer di wilayah tersebut.
Metodologi perhitungan dilakukan dengan merujuk pada laporan Pentagon kepada Kongres AS. Dalam laporan itu disebutkan, enam hari pertama operasi militer saja, AS telah mengucurkan US$ 11,3 miliar. Selain itu, terdapat tambahan pengeluaran yang diperkirakan mencapai US$ 1 miliar per hari.
Perang AS bersama Israel terhadap Iran meletus pertama kali pada Sabtu (28/2/2026) setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kotaa Teheran. Serangan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Situasi sempat mereda setelah Washington dan Teheran pada 7 April 2026 mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, untuk negosiasi antara Iran dan AS berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan nyata.
Meski perundingan tahap kedua Iran menolak hadir. Pada 21 April 2026, Trump menyatakan Washington akan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, namun tetap melanjutkan kebijakan blokade.







Bujuk rayu Netanyahu, akhirnya uang Trump (Amerika) jadi arang, akibat menyerang Iran (perang).😄😄
mamam tuh ..bule Amrik sarap maniac perang haus darah ummat muslim