Pangkalan dan Aset Militer AS di Seluruh Teluk Mengalami Kerusakan Yang Jauh Lebih Parah Daripada Yang Telah Diungkap ke Publik

Pangkalan dan aset militer AS di seluruh Teluk mengalami kerusakan yang jauh lebih parah akibat serangan Iran daripada yang telah diungkapkan secara publik, dengan biaya perbaikan diperkirakan mencapai miliaran dolar, menurut NBC News, mengutip beberapa pejabat AS, staf kongres, dan sumber yang mengetahui penilaian tersebut.

Serangan tersebut merupakan pembalasan cepat setelah pemerintahan Trump melancarkan serangan pada 28 Februari, dengan Iran menargetkan puluhan lokasi di pangkalan AS di tujuh negara Asia Barat. Menurut para pejabat dan penilaian oleh American Enterprise Institute, serangan tersebut menghantam gudang, pusat komando, hanggar pesawat, sistem komunikasi satelit, landasan pacu, instalasi radar canggih, dan sejumlah pesawat.

Laporan intelijen dan investigasi media terbaru pada April 2026 mengungkapkan bahwa serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada yang diakui secara publik oleh Pentagon.

Ringkasan Kerusakan dan Kerugian

Pangkalan-pangkalan AS di setidaknya tujuh negara (Bahrain, Qatar, Kuwait, UEA, Yordania, Arab Saudi, dan Irak) mengalami kerusakan signifikan yang diperkirakan membutuhkan biaya perbaikan hingga miliaran dolar.

  • Pangkalan yang Terdampak: Sedikitnya 11 hingga 17 instalasi militer AS telah rusak, mencakup hampir setengah dari seluruh pangkalan AS di kawasan tersebut.
  • Estimasi Kerugian:
    • Infrastruktur: Biaya perbaikan diperkirakan mencapai antara $2 miliar hingga $5 miliar.
    • Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista): Iran berhasil menghancurkan atau merusak aset bernilai tinggi, termasuk satu pesawat E-3 Sentry, jet tempur F-15, dan lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper.
    • Sistem Radar: Kerusakan parah terjadi pada sistem radar pertahanan udara THAAD dan Patriot di Yordania, UEA, dan Arab Saudi. Radar peringatan dini AN/FPS-132 senilai $1,1 miliar di Qatar juga dilaporkan terkena serangan.

Detail Serangan Utama

  • Pelanggaran Pertahanan Udara: Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa jet tempur F-5 Iran berhasil menembus pertahanan udara dan mengebom Camp Buehring di Kuwait. Ini menandakan serangan pertama oleh pesawat tempur musuh terhadap pangkalan AS dalam beberapa dekade.
  • Korban Personel: Sejauh ini, sedikitnya 13 tentara AS tewas dan sekitar 290 hingga 400 lainnya luka-luka sejak konflik meningkat pada Februari 2026.
  • Pangkalan Tidak Layak Huni: Beberapa pangkalan dilaporkan menjadi “hampir tidak layak huni” akibat kerusakan infrastruktur, memaksa personel untuk direlokasi atau bekerja secara jarak jauh.

Upaya Penutupan Informasi
Pihak administrasi dilaporkan meminta perusahaan satelit swasta (seperti Planet Labs) untuk membatasi atau menyembunyikan citra satelit pangkalan-pangkalan tersebut guna mencegah penilaian kerusakan yang akurat oleh publik. Beberapa anggota Kongres AS telah menyatakan rasa frustrasi mereka karena tidak mendapatkan rincian spesifik mengenai tingkat kerusakan meskipun Pentagon meminta anggaran militer yang mencapai rekor tertinggi.

Sumber: NBC News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar