AS dan Israel cukup marah dengan Spanyol. Mengapa?

AS dan Israel cukup marah dengan Spanyol. Mengapa?

Karena Pedro Sánchez, Perdana Menteri Spanyol, adalah orang pertama yang mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran.

Tidak hanya itu, Spanyol secara konsisten mendukung Palestina sejak awal.

Hubungan Spanyol dan Israel makin panas. Pemerintah Spanyol resmi menarik duta besarnya dari Tel Aviv setelah sebelumnya mengecam serangan koalisi AS–Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal.

Sekarang, Kedubes Spanyol di Tel Aviv cuma dipimpin oleh kuasa usaha, bukan duta besar penuh. Langkah ini jadi sinyal kalau hubungan diplomatik kedua negara memang lagi memburuk, apalagi sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Sebelumnya, Spanyol juga sempat mengakui kedaulatan Palestina pada 2024, yang bikin tensi dengan Israel makin tinggi. PM Pedro Sánchez bahkan menegaskan serangan ke Iran dianggap melanggar hukum internasional dan Spanyol menolak memberi dukungan militer untuk penggunaan pangkalan oleh AS.

Tidak heran aksi maritim menembus blokadi Gaza Global Sumud Flotilla 1.0 dan 2.0 diluncurkan di Spanyol. Dan tidak heran bahwa selama pelepasan aksi, puluhan ribu orang Spanyol di pelabuhan memberi dukungan dengan bendera berkibar, bernyanyi, dan sebagainya.

Karena tekad kuat Pedro Sánchez, Trump yang meminta Bandara Spanyol dijadikan salah satu lokasi tempat pasukan AS akan beroperasi, tetapi ia tidak mengizinkannya.

Tidak hanya itu, semua pelabuhan di Spanyol melarang kapal-kapal yang menuju Israel untuk singgah.

Mereka sepenuhnya menutup jalur laut dan udara agar tidak digunakan oleh Israel, AS, dan sekutunya dalam menyerang Iran atau Palestina.

Menariknya, tindakan Spanyol juga memengaruhi negara-negara sahabat lainnya di Eropa. Misalnya, Italia juga melarang wilayah udara dan laut mereka digunakan oleh AS dan sekutunya dalam operasi militer.

Hal itu membuat Setanyahu dan Trump sangat marah dan geram terhadap Spanyol sehingga mereka mengancam akan menjatuhkan sanksi dan mengambil berbagai tindakan.

Namun, Pedro Sánchez mengabaikan ancaman Trump. Ia tidak bergeming sedikit pun dari pendiriannya.

Pedro Sánchez bukan seorang Muslim, tetapi ia sangat mendukung Palestina. Karena ia jelas melihat Palestina dibantai secara brutal oleh Israel.

Negara-negara Arab yang pemimpinnya beragama Islam tidak seberani dan setegas Pedro Sánchez dalam masalah ini. Bahkan, ada banyak aset militer AS di negara-negara Arab.

Terima kasih Pedro Sánchez dan seluruh rakyat Spanyol yang telah memberikan dukungan penuh kepada saudara-saudara kita di Spanyol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Kata pembenci Iran, waduh spanyol ini pemuja Syi’ah….perlu dibinasakan…..secara tak langsung pembenci Iran dalam kontek perang ini adalah pro zionis pendusta pengkhianat.