




Kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Update terbaru jumlah korban 15 orang meninggal.
Insiden ini dipicu oleh tabrakan awal antara KRL dengan sebuah taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang.
Berikut adalah kronologi kejadian berdasarkan laporan terkini:
KEJADIAN 1:
- Taksi Mogok di Perlintasan (Sekitar Pukul 21.00 WIB): Sebuah taksi listrik Green SM mengalami mogok tepat di tengah perlintasan kereta api di kawasan Bulak Kapal/Jalan Ampera, Bekasi. Taksi listrik diduga mati mesin (mogok mendadak) akibat efek getaran lokomotif.
- KRL 1 Menabrak Taksi: KRL 1 (KRL Cikarang-Angke) yang sedang melaju tidak sempat berhenti dan menghantam taksi tersebut. Akibat benturan ini, KRL mengalami kerusakan dan terhenti dalam posisi melintang atau tidak sempurna di jalur rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan ini juga membuat orang-orang bergerombol disekitar area.
KEJADIAN 2:
- KRL 2 Terhenti: KRL 2 (rute Kampung Bandan-Cikarang) akhirnya berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena menunggu KRL 1 (Cikarang-Angke) bisa melintas lagi setelah insiden dengan taksi.
KEJADIAN 3:
- KRL 2 Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek: Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek (tujuan Surabaya Pasar Turi–Gambir) yang melaju kencang dari arah timur menabrak KRL yang tengah berhenti. Benturan keras pun tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL. Saking kerasnya benturan, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek sampai merangsek masuk ke badan gerbong khusus wanita yang ada di bagian paling belakang KRL. 15 korban meninggal semua wanita.
- Info sementara KA Argo Bromo tetap melaju kencang walaupun di depannya masih ada KRL 2 yang sedang berhenti, diduga karena ada rambu yang error.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kegagalan sistem keamanan pada saat kejadian.
Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam mencapai 15 orang.
“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Martinus mengatakan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.
[VIDEO ILUSTRASI KRONOLOGI]







Menurut termon, secara statistik korban meninggal cuma 0.0001%…
Tanpa mengurangi rasa duka dan ikut bela sungkawa pada keluarga korban