Menlu Iran ke 3 negara hanya dalam waktu 48 jam.
Pakistan 🇵🇰
Oman 🇴🇲
Lalu ke Rusia 🇷🇺
Di Rusia, Menlu Iran disambut Langsung oleh Presiden Putin dan pejabat tinggi utama.
Pesan Putin ke Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi di Moskow, kami siap membantu Iran dan mengamankan kepentingan negara Iran dalam perang ini.
Iran kemudian mengirimkan proposal resmi terbaru ke AS tentang isi penghentian perang, dengan tetap memasukkan syarat-syarat Iran untuk disetujui AS. Iran dalam proposal ini tidak menyinggung soal nuklir, karena soal nuklir tidak dinegosiasikan ke siapapun.
Sampai di meja Trump, proposal ini ditolak, ditolak karena isinya semua menguntungkan Iran. Merugikan AS dan Israel.
Posisi Iran diatas angin, jadi dia bisa menawarkan proposal apapun yang dianggap penting dan mewakili kepentingan Iran kepada AS. Soal diterima atau ditolak, itu urusan belakangan. Iran menentukan negosiasi bukan AS.
Trump juga tidak dalan posisi memiliki banyak kartu yang bisa dipakai saat ini, blokade Selat Hormuz yang menjadi salah satu kartu Trump di lapangan juga terbukti tidak mempan menekan Iran.
Tujuan AS agar minyak Iran berhenti mengalir keluar dengan memblokir Selat Hormuz tidak berhasil.
Saat ini, 155 sampai 170 juta barel minyak Iran sedang mengapung di laut menuju berbagai negara tujuan. Dan dua hari ini saja, 4,6 juta barel minyak Iran diterima oleh konsumen.
Blokade Selat Hormuz oleh AS gagal. Ekspor minyak Iran terus berlangsung dan berjalan lancar ke berbagai tujuan.
Sedangkan jika AS mau kembai ke medan tempur juga sudah lelah, plus AS tidak siap perang panjang lagi, baik kekurangan amunisi maupun tujuan akhir yang dianggap tidak akan tercapai. Maka perang akan sia sia.
Dalam kondisi ini, AS tidak punya banyak pilihan, tapi juga gengsi menerima kenyataan bahwa Iran mendikte permainan, baik di Medan perang maupun jalur Diplomatik.
AS akan keluar dari Iran dengan kekalahan menyakitkan, sama seperti mereka keluar dari Vietnam dan Afghanistan. Tidak akan ada yang berbeda.
(Tengku Zulkifli Usman)







ada juga yang bolak-balik terbang hasilnya omon-omon
Nggak pake nginep lama2, pake perayaan ultah stafnya, ngabisin duit ratusan juta dlm semalem … emang pak ndas dan bunted? Dibilangin ngeyel, nyuruh rakyatnya berhemat, dia sendiri jalan2 melulu ke LN ngabisin duit negara … brengsek!!!