ASTROPOLITIK

ASTROPOLITIK

Oleh: Ayman Rasdan Wong (analis Malaysia)

Saat ini, banyak orang suka menyebut “geopolitik”. Ketika membahas isu-isu dunia, kata “geopolitik” langsung muncul untuk membuatnya terlihat lebih menarik.

Namun geopolitik tidak berarti “politik dunia”. Geopolitik sebenarnya adalah tentang bagaimana geografi membentuk politik.

Jika analisis kita tentang politik dunia mengacu pada bentuk bumi, samudra, selat, benua, dan sebagainya, maka kita dapat menyebutnya geopolitik.

Kita mengatakan ini bukan karena kita ingin menyimpang dari geografi atau menyimpang dari teori. Tetapi hanya dengan memahami hubungan ini, kita dapat mengungkap pertanyaan-pertanyaan besar dalam sejarah dunia.

Salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah adalah Revolusi Maritim, yang dimulai sekitar 600 tahun yang lalu.

Sebelum revolusi itu, kekuatan-kekuatan besar dalam sejarah semuanya berasal dari darat. Roma, Persia, Islam, Mongol semuanya menjadi kekuatan besar karena mereka mengendalikan jalur darat.

Tetapi ketika orang Eropa menemukan jalur laut (maritim) baru yang memutus jalur darat lama, mereka segera mengubah seluruh “permainan” kekuatan dunia.

Saya telah menceritakan kisah ini dalam buku ADI KUASA, dan akan diceritakan lagi sekali dalam buku Geopolitik Dunia Islam yang akan datang.

Karena Revolusi Maritimlah bangsa Eropa mulai bangkit. Sebelum itu, mereka terbelakang, miskin, kotor, dan hampir hancur.

Tetapi ketika mereka menguasai jalur baru, mereka menguasai kekayaan baru. Kekayaan itu diinvestasikan dalam teknologi. Teknologi melahirkan Revolusi Industri. Industri menghasilkan senjata. Senjata-senjata itu digunakan untuk menjajah. Penjajahan membawa kekayaan baru. Siklus itu berulang.

Sementara itu, penduduk Dunia Lama (termasuk Muslim) masih lalai. Pada akhirnya, mereka dijajah.

Muslim dijajah bukan karena Freemason, bukan karena Illuminati, bukan karena kurangnya iman; tetapi karena mereka tertinggal dalam revolusi geopolitik ini.

Sementara kita masih merangkak dalam geopolitik, hari ini kekuatan dunia telah mulai berbicara tentang “astropolitik“.

“Astro” berarti ruang angkasa. Astropolitik adalah perluasan dari geopolitik. Pertama, manusia menguasai daratan, kemudian lautan, kini “permainan” telah meluas ke luar angkasa.

Negara-negara adidaya kini sibuk menjelajahi luar angkasa. Amerika Serikat kembali ke Bulan. Tiongkok ingin mengirim manusia ke Bulan. India sudah pernah ke Bulan. Elon Musk ingin pergi ke Mars.

Bukan karena ingin menipu siapa pun, bukan karena memiliki agenda gelap.

Agenda mereka sederhana: luar angkasa penuh dengan sumber daya mineral. Satelit mengendalikan komunikasi, navigasi, peperangan modern.

Siapa pun yang mengendalikan luar angkasa hari ini, mengendalikan Bumi besok.

Teknologi Revolusi Industri Keempat seperti AI, 5G, 6G benar-benar membutuhkan sumber daya dan infrastruktur luar angkasa. Bumi tidak lagi cukup untuk mengakomodasi kebutuhan peradaban manusia yang semakin kompleks ini.

Namun, jangan bicara tentang keserakahan negara-negara adidaya ini. Kita yang bermain dengan ponsel dan menggunakan AI setiap hari sebenarnya meningkatkan permintaan akan semua itu.

Inilah mengapa kita perlu mulai mempelajari astropolitik. Jika kita ingin memahami “permainan” apa yang dimainkan negara-negara adidaya di luar angkasa.

Namun masalahnya adalah, masih banyak yang sinis dan salah paham tentang astropolitik dan hal-hal yang berkaitan dengan ruang angkasa. ‘Bumi itu datar, NASA berbohong, manusia tidak bisa melampaui langit’.

Narasi semacam ini tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar. Ini bukan hanya masalah individu; ini bisa menjadi krisis masyarakat, bahkan krisis nasional.

Sejarah telah menunjukkan bahwa ketika umat Muslim gagal memahami perubahan besar, dari Revolusi Maritim, Revolusi Sains hingga Revolusi Industri, konsekuensinya memang sangat mahal.

Itulah mengapa kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Satu-satunya obatnya adalah satu: kita harus menjadi masyarakat yang berpendidikan dan cerdas. Bukan cerdas untuk dibanggakan, tetapi agar kita tidak tertinggal lagi.

Ini tentang kekuasaan dan masa depan. Masa depan kemarin ada di lautan. Masa depan hari ini ada di ruang angkasa.

Jika Anda ingin menjadi melek huruf dan cerdas dalam astropolitik, Anda bisa mendapatkan buku terbaru dari saya dan Dr. Zamir Mohyedin:

Jangan khawatir dengan judul buku yang terdengar sangat sulit dipahami. Isinya sangat sederhana, cocok untuk seluruh keluarga.

Kita akan membahas dasar-dasar ilmu ruang angkasa. Apa itu “ruang angkasa”? Dari mana ruang angkasa bermula? Siapa yang pertama kali memiliki ide untuk menjelajahi ruang angkasa?

Kita akan menceritakan tentang perlombaan ruang angkasa kuno antara Amerika dan Uni Soviet. Ketika kita memahami kisah itu, maka kita akan mengerti mengapa NASA ada, mengapa ada pendaratan di bulan, dan mengapa manusia tidak pergi ke bulan setelah itu.

Kita juga akan menceritakan tentang perlombaan ruang angkasa baru saat ini. Mengapa negara-negara adidaya kembali ke ruang angkasa? Apa manfaatnya? Apa yang diperebutkan?

Kita akan memberi tahu Anda apa posisi kita (Malaysia) dalam semua ini. Apakah kita hanya menjadi penonton, atau bisakah kita juga berperan?

Ini adalah buku yang akan mengubah cara Anda melihat isu-isu ruang angkasa. Ini bukan lagi isu sains, isu keyakinan, atau teori konspirasi.

Tetapi isu tentang kelangsungan hidup negara, ras, dan peradaban manusia.

Dapatkan bukunya di link berikut:

https://thepatriots.easy.co/products/astropolitik-geografi-kedaulatan-dan-kuasa-angkasa-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *