Israel telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina sejak menyetujui ‘gencatan senjata’ yang diprakarsai AS dalam perang genosida mereka, yang menurut warga Palestina hanyalah gencatan senjata secara nama belaka.
Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas di Jalur Gaza sejak gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat berlaku pada Oktober 2025. Otoritas Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan Israel selama masa gencatan senjata tersebut telah melewati angka 1.005 jiwa.
Detail Situasi Terkini
- Data Korban: Menurut laporan resmi Kementerian Kesehatan Gaza yang dilansir berbagai media internasional seperti Al Jazeera, operasi militer Israel di Gaza terus berlanjut hampir setiap hari meskipun ada kesepakatan formal. Total kematian warga Palestina sejak awal konflik pada Oktober 2023 kini melampaui 73.000 jiwa.
- Perspektif Warga Palestina: Masyarakat lokal dan faksi Palestina menyatakan bahwa gencatan senjata ini hanya sekadar “nama semata” (truce in name only). Mereka terus menghadapi serangan udara, penembakan artileri, dan blokade bantuan yang memicu krisis kelaparan hebat.
- Dampak Kemanusiaan: Pengawas hak asasi manusia dan badan PBB seperti UNRWA melaporkan rusaknya fasilitas sipil yang tersisa, hancurnya sistem kesehatan, dan pembatasan bantuan kemanusiaan yang ketat di sepanjang wilayah perbatasan.







Israhell itu kayak rezim indon sekarang, dzalim, bebal, tolol, cuma omon-omon doang
innalillahi wa innailaihi roji ‘uun..
hasbunallah wa nikmal wakil ..