“Orang Kristen saja santai-santai saja Injilnya dibikin ledekan dan komedi. Kenapa challenge al-Duha buat sebotol bir pada marah?”
Justru aneh kalau ada orang Kristen gak marah kitab sucinya dibuat ledekan.
Dari sudut psikologi, marah saat sesuatu yang disucikan dihina adalah respons manusiawi, bukan bukti bahwa seseorang antikritik.
Dari sudut sosiologi, toleransi tidak diukur dari seberapa rela sebuah kelompok dijadikan bahan olok-olok, tetapi dari cara perbedaan dikelola tanpa penghinaan.
Dari sudut logika, sikap sebagian orang Kristen terhadap lelucon tentang Injil tidak otomatis menjadi standar yang wajib diikuti umat Islam.
“Mengkritik” agama (saya pakai tanda petik!) adalah bagian dari kebebasan berpikir, saya setuju. Akan tetapi, sengaja melecehkan simbol sucinya adalah perkara yang berbeda.
Ngasih tantangan, seperti hafal satu ayat Alquran dengan hadiah sebotol bir, itu jelas sok asik dan gak lucu.
(Rumail Abbas)







Jangan mabok agama mabik menyan aja sambil ngewe sama bininya aris yg penting suka sama suka tidak melanggar ham wong haknya pengen ngewe ko kan manusiawi