Aktris asal Meksiko, Melissa Barrera tak menyesal dipecat Hollywood karena mendukung Palestina🇵🇸

Aktris asal Meksiko, Melissa Barrera, kembali merefleksikan salah satu momen paling kontroversial dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Hollywood.

Dalam wawancara mendalam bersama podcast Latino USA yang dipandu oleh Maria Hinojosa, Barrera secara terbuka membahas kembali pemecatannya dari waralaba film horor populer Scream oleh Spyglass Media Group pada akhir 2023 lalu.

Pemecatan tersebut terjadi menyusul unggahan-unggahan sang aktris di media sosial pribadi yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina serta mengkritik agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam percakapan tersebut, Barrera sepakat dengan pernyataan sang host, Maria Hinojosa, bahwa dirinya telah masuk ke dalam daftar hitam (blacklisted) oleh para produser film besar di Hollywood akibat sikap politik dan kemanusiaannya.

Kendati demikian, ia menyoroti bahwa pengalaman pahit tersebut tidak hanya dialami oleh dirinya seorang diri sebagai figur publik.

“Itu bukanlah kali pertama hal seperti itu terjadi pada seseorang, dan itu juga tidak akan menjadi yang terakhir,” ungkap Barrera dalam podcast tersebut.

Ia menambahkan bahwa di luar industri hiburan, ada banyak sekali orang biasa yang turut menghadapi konsekuensi serupa-kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan, hanya karena berani menyuarakan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina.

Aktris yang sebelumnya tampil sebagai pemeran utama (sosok Sam Carpenter) dalam film Scream (2022) dan Scream VI (2023) ini menyayangkan bagaimana sistem kekuasaan dan kepentingan finansial kerap mendikte moralitas institusi besar.

Menurutnya, pihak-pihak berkuasa sering kali berupaya keras untuk membungkam siapa saja yang mencoba menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dasar.

“Sangat menyedihkan bagi saya bahwa ada kepentingan-kepentingan yang dianggap lebih penting oleh orang-orang tertentu-kepentingan kekuasaan dan uang,” ujar Barrera. “Mereka akan melakukan segala cara untuk membungkam orang-orang agar tidak mengatakan bahwa manusia berhak untuk hidup, bahwa anak-anak berhak untuk tumbuh dewasa.”

Meski harus membayar mahal posisi utamanya dalam salah satu waralaba horor paling ikonik di dunia, Barrera menegaskan bahwa ia tidak pernah merasa menyesal. Ia melihat periode tersebut sebagai sebuah titik balik spiritual dan kesadaran diri (awakening) untuk mengambil alih kendali penuh atas hidupnya sendiri.

Di tengah gelombang tekanan industri dan kontroversi yang sempat menderanya, aktris berusia 30-an tahun ini memilih untuk tetap tegar dan terus memandang masa depan dengan penuh harapan.

Ia percaya bahwa di luar segalanya, masih ada banyak orang yang peduli terhadap sesama dan menyadari bahwa manusia di seluruh dunia terhubung satu sama lain.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain hanya karena itu berada jauh dari kita, karena sebelum kita menyadarinya, hal itu sudah berada di depan pintu kita sendiri,” tegasnya.

Bangkit kembali

Kini, Melissa Barrera membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dari keterpurukan karier akibat pembatasan industri kreatif.

Ia terus melangkah maju dengan menyalurkan bakat seninya melalui medium lain, termasuk sukses menembus panggung Broadway sambil terus aktif menyuarakan isu-isu kemanusiaan global tanpa merasa takut kehilangan panggung.

  • Debut di Broadway: Menolak untuk tunduk pada pembatasan industri, Barrera beralih ke panggung teater New York dan sukses membintangi pertunjukan komedi musikal satir bertajuk Titanique.
  • Mendirikan Rumah Produksi Sendiri: Barrera kini mendirikan perusahaan produksi independen baru. Ia berkomitmen untuk aktif berkolaborasi dan memprioritaskan jaringan sineas yang satu visi dalam membela hak asasi manusia, termasuk para figur yang secara vokal mendukung Palestina.
  • Proyek Kemanusiaan: Ia juga bertindak sebagai produser eksekutif untuk film dokumenter berjudul Traces of Home yang mengisahkan keluarga keturunan Meksiko-Palestina, bekerja sama dengan distributor Watermelon Pictures

Via : Latino USA

[Video Melissa Barrera membaca puisi Intifada]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Kalau makhluk HINA di bawah ini GAK RELA kalau sampai dipecat jadi anggota gerombolan TerMul dan TerWo. Bagi mereka, HIDUP dan MATI hanya untuk Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan Mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon. Ini dia makhluk HINAnya‼️
    😅😜😂🤣😝

    ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo:
    1. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut, MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL
    2. Anonim (Akal Nol, Otak miNim)
    3. SituMORANG (Situ Memang Otaknya kuRANG)
    4. Albert Timodius Saragih
    5. Rangga MilanBlues Saryatama
    6. Kentung Kwng
    7. Federico Valverde preman KAMPUNGAN
    8. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
    9. si win/Edwin Cakra CEKER
    10. Judi Belingham
    11. Lionel SukaONANI
    12. Farah “otak parah” Fariha

    1. Steven spielberg, Eli roth, sacha baron cohen,dll ini saja sudah menjelaskan siapa yang berkuasa pada propaganda Amerika 🗽 Serikat dan menyebarkan budaya.