Akankah Pakta Pertahanan baru ini bertahan jika salah satu Anggotanya diserang?
Oleh: Resul Serdar Atas
Melaporkan dari Ankara, Turki
Di Ankara, terdapat penilaian bahwa berbagai perkembangan pasca-7 Oktober 2023 telah membawa kawasan ini memasuki era ketidakpastian.
Perang Israel di Gaza, serangannya terhadap beberapa negara di kawasan, serta konflik yang kembali memanas dengan Iran telah mendorong negara-negara kawasan untuk semakin mengandalkan satu sama lain—bukan sekadar kekuatan luar—demi keamanan mereka.
Kini, Pakistan, Arab Saudi, dan Turki telah berkomitmen untuk menjalin kerja sama militer yang lebih erat. Namun, poin yang paling signifikan adalah ketentuan bahwa serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Hal ini sangat mirip dengan Pasal 5 dalam pakta NATO.
Bagi Ankara, ini merupakan langkah strategis yang besar. Turki sudah memiliki kekuatan militer terbesar kedua di NATO serta salah satu industri pertahanan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Kesepakatan ini akan memungkinkan Turki untuk semakin memperluas jangkauan strategisnya hingga ke kawasan Teluk dan Asia Selatan. Selain itu, melalui program pengembangan senjata bersama, Turki akan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap sumber daya keuangan bagi industri pertahanannya. Ankara juga meyakini bahwa kesepakatan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomiannya.
Akan tetapi, tantangan sesungguhnya masih menanti di depan mata. Keberhasilan kesepakatan ini tidak ditentukan oleh apa yang tertulis di atas kertas, melainkan oleh apa yang terjadi ketika salah satu anggota diserang—baik oleh aktor negara maupun non-negara.
Akankah negara-negara lainnya turun tangan untuk memberikan pembelaan?
(Sumber: AL JAZEERA)






supaya zionis dan syiah duo preman timteng ini ga semena2 terus sm negara sekitarnya
Turkey dan Saudi punya kepentingan karena sedang dibidik Zionis, entah Pakistan
pakistan dibidik india di kasmir perang terakhir mereka tbb ditembak rudal sm india tp berhasil dipukul mundur sm kehebatan airforcenya, pakistan juga bermasalah dg separatis syiah dan juga sempet perang sm afganistan tahun ini, butuh dana dan sekutu, dia dikelilingi musuh